
Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak parah di jalur Kesugihan menuju Ngebel, Ponorogo, viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang pengendara sepeda motor terjatuh akibat jalan berlubang.
Beruntung, pengendara tersebut tidak mengalami luka serius dan masih bisa melanjutkan perjalanannya. Namun, kejadian itu kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Kepala Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, Sugeng Riyanto, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi jalan yang rusak, khususnya di titik Pasar Kesugihan menuju arah Ngebel.
“Memang benar, kondisi jalan di wilayah kami, terutama dari Pasar Kesugihan menuju Ngebel, mengalami kerusakan cukup parah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panjang jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 3 kilometer, dengan kondisi aspal yang mengelupas serta banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan.
“Kalau dihitung, kurang lebih ada 3 kilometer jalan yang rusaknya cukup parah, mulai dari aspal mengelupas sampai berlubang di banyak titik,” jelasnya.
Ironisnya, menurut Sugeng, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan, padahal jalur tersebut merupakan akses menuju destinasi wisata Telaga Ngebel.
“Sudah puluhan tahun kondisinya seperti itu, belum ada perbaikan yang berarti. Padahal ini jalur wisata yang cukup ramai dilalui,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur Kesugihan–Pulung kerap dilalui wisatawan dari Trenggalek dan Tulungagung yang hendak menuju Telaga Ngebel.
“Banyak wisatawan dari arah Trenggalek dan Tulungagung yang lewat sini kalau mau ke Ngebel,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, sudah tidak terhitung jumlah kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di jalur tersebut akibat kondisi jalan yang rusak.
“Sudah sering terjadi kecelakaan tunggal di sini karena kondisi jalan yang rusak,” ungkapnya.
Selain itu, kerusakan jalan diduga diperparah oleh aktivitas truk tambang dari wilayah Pomahan yang melintas dengan muatan melebihi tonase.
“Sering dilalui truk tambang dari arah Pomahan, kemungkinan muatannya melebihi tonase, sehingga mempercepat kerusakan jalan,” pungkasnya.



