HeadlineJelajah

Pria Asal Desa Singkil Balong Ini Sulap Limbah Kayu Bisa Jadi Panah Tradisional

Mahmud Danuri 35 tahun Warga Jalan Bangunsari, Desa Singkil, Kecamatan Balong, benar benar kreatif .  Pasalnya menyulap limbah kayu bisa jadi panah tradisional dengan nilai jual yang tinggi . Mahfud mengatakan sering kali menggunakan kayu bekas bahan mebelnya untuk memenuhi pesanan panah tradisional dari para Pelanggan . 

Ide untuk memanfaatkan limbah kayu menjadi panah tersebut datang saat ada saudaranya yang beli satu set panah lengkap dengan anak panahnya dari Solo pada tahun 2016 .  Lanjut Mahmud, dirinya memang sudah punya ilmu kriya kayu sedari dirinya menempuh jurusan kriya kayu di SMKN 1 Pacitan . Selain itu, ilmunya tersebut juga terus diasah di kehidupan sehari-harinya saat menggarap berbagai produk mebel . Ia mencoba bereksperimen dulu dengan melihat di internet, YouTube dan di praktikkan . 

Produk pertamanya ia jual ke Solo melalui media sosial , dirinya kaget ketika 3 (tiga) set panah yang ia produksi pertama langsung ludes terjual dengan harga Rp 300 ribuan . Karenanya , Mahmud pun semakin semangat untuk memproduksi panah tanpa harus menunggu adanya limbah dari mebel yang ia produksi . Puncaknya pada tahun 2017 hingga 2018, pesanan yang masuk ke Mahmud semakin banyak .  Hingga dirinya keluar dari pekerjaannya sebagai guru honorer di SD dan MA untuk memenuhi pesanan panah tersebut . 

Sempat dalam seminggu dirinya memproduksi 20 bow (busur) ditambah 40 anak panah . Pada tahun 2017-2018 kata Mahmud memang banyak even panahan sehingga ia juga sering ikut pameran . Dalam satu bulan rata-rata ia bisa memproduksi 30-40 bow atau jika dirupiahkan omzetnya bisa mencapai Rp 15 – 20 juta .