Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Hingga Pertengahan April, Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Ponorogo.
  • DLH Warning, Pemilik Rongsokan di Pojok Alon-Alon, Jika Tidak Dipindah Akan Diangkut Ke TPA Mrican
  • Saat kerja bakti , Plt Bupati Lisdyarita Temukan Tumpukan Rosok Di Alon-Alon Ponorogo
  • Kebakaran Pabrik Krupuk Di Polorejo Babadan , Kerugian Rp 30 Juta
  • Dishub Ponorogo Minta Tambahan Lampu PJU ke Provinsi Jatim, Untuk 3 Titik
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • November
  • 1
  • Petani Enggan Simpan Gabah, Dipertahankan Ingatkan Jangan Terlena Soal Harga
  • Jelajah

Petani Enggan Simpan Gabah, Dipertahankan Ingatkan Jangan Terlena Soal Harga

Gema Surya FM Senin 1 November 2021 | 11:33 WIB
Gabah Ilustrasi
Gambar ilustrasi gabah

Adanya fenomena sebagian petani yang pilih menjual gabahnya dalam keadaan kering sawah, mengundang perhatian Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DIPERTAHANKAN) Ponorogo.

OPD yang dipimpin drh. Andi Susetyo tersebut berharap, petani tetap menyisihkan sebagian hasil panennya untuk cadangan pangan. Apalagi pemerintah masih getol menggerakan program lumbung pangan sebagai upaya ketahanan pangan. 

Seperti disampaikan Medi Susanto, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ponorogo merupakan daerah penyangga pangan, sehingga jangan sampai  nantinya mencari beras dari luar daerah karena stok di Ponorogo sudah habis.

Diakui saat ini petani tergiur dengan harga di mana kering sawah lebih tinggi dibanding dengan kering giling. Pantauannya gabah kering sawah bisa  mencapai Rp5.000, sementara kering giling justru lebih rendah yakni Rp4.700 per kilogramnya.

Untuk menyimpan gabah sendiri, petani juga masih harus mengeluarkan biaya dan tempat luas lagi dari proses penjemuran hingga pemutihan. Tetapi petani tidak boleh terlena dengan kondisi seperti ini karena harga sewaktu waktu bisa berubah.

Fenomena seperti ini juga karena hasil panen melimpah, namun bisa saja karena bencana alam, kondisi berbalik arah menjadi paceklik. Karenanya cadangan pangan wajib ada. Pihaknya yakin petani saat ini sudah cerdas  di mana bisa memperkirakan sendiri antara kebutuhan pangan dan bisnis. (rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Musim Hujan, Dropping Air Bersih BPBD Masih Berlanjut
Next: Motor Anak Kena Tilang, Satlantas Wajibkan Ortu Ambil Kendaraan di Satlantas

Related Stories

masun
  • Jelajah

Hingga Pertengahan April, Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Ponorogo.

Gema Surya FM Jumat 17 April 2026 | 13:51 WIB
WhatsApp Image 2026-04-17 at 11.16.48
  • Jelajah

Saat kerja bakti , Plt Bupati Lisdyarita Temukan Tumpukan Rosok Di Alon-Alon Ponorogo

Gema Surya FM Jumat 17 April 2026 | 12:26 WIB
sapto
  • Jelajah

DLH Warning, Pemilik Rongsokan di Pojok Alon-Alon, Jika Tidak Dipindah Akan Diangkut Ke TPA Mrican

Gema Surya FM Jumat 17 April 2026 | 12:39 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.