Jelajah

Pemerintah Desa Ikut Fasilitasi Warganya Yang Diduga Terlibat Jatuhnya Balon Udara di Sumoroto

Itikad baik ditunjukan Pemerintah Desa Ngabar Siman menyikapi  12  warganya yang diduga bertanggung jawab atas kasus ledakan petasan akibat balon udara di Desa Sumoroto beberapa waktu lalu. Selain meminta maaf kepada korban terdampak petasan, mereka juga bersedia menanggung seluruh biaya kerusakan. Seperti disampaikan Tarmudji perangkat Desa Ngabar, pihaknya bersama sama ikut mengantarkan warganya itu bersilaturahmi kepada warga terdampak Ahad (08/08/2021).

Sebanyak 3 rumah terdampak dalam kejadian itu, yakni rumah Pak Lagimin , Bu Peti, dan Pak Kateno serta SMPN 2 kauman, intinya meminta masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan damai. Untuk kerugian masih dihitung oleh pemilik rumah dimana kaca dan atap yang rusak karena terkena ledakan. Lebih lanjut dikatakan, agar kasus tersebut tidak terulang pihaknya sudah mengumpulkan para pemuda di Desa agar kasus ini jadi pembelajaran dan menjadi yang terakhir kali.

Sebelumnya Polres Ponorogo telah memanggil  12 orang  pasca Meledaknya petasan balon udara tanpa awak di Desa Sumoroto Kauman jumat (6/08/2021) yang mengenai 4 Rumah dan 1 Sekolah, 12 orang tersebut merupakan warga Desa Ngabar Siman yang diduga turut menerbangkan balon udara tanpa awak. Ipda Guling mengungkapkan Tiga diantaranya terduga pelaku berinisial W 18 tahun A 24 tahun dan K 19 tahun, Dari 12 orang warga Desa Ngabar Kecamatan Siman itu terdiri dari 11 orang usia dewasa dan 1 berusia anak-anak, hasil penyelidikan, balon udara tersebut