HeadlineJelajah

Mulai Januari, Serangan DB Semakin Meluas di 5 Kecamatan, Warga Diminta Waspada

Puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi pada bulan Januari Februari, mulai diwaspadai sebagai puncak dari serangan demam berdarah di Ponorogo. Pasalnya, hujan menimbulkan banyak genangan air, sebagai tempat yang baik untuk perkembang biakan nyamuk aedes aegypti. Edy Kusnanto,Kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinas kesehatan mengatakan sesuai data, sudah ada 6 penderita yang positif DB di bulan Januari. Jumlah tersebut sama dengan kasus di bulan Desember 2020, hanya saja wilayah yang terserang lebih banyak.

Jika Desember, dilaporkan hanya Mlarak dan Jenangan saja, untuk Januari sudah bertambah, sampai Sampung, Sambit dan Pulung. Itu menandakan serangan mulai meluas dimana 5 kecamatan tsb melaporkan sudah ada warganya yang dirawat di rumah sakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti. Hanya saja jika dibandingkan dengan tahun lalu dibulan yang sama, jumlah kasus DB di Ponorogo menurun drastis. Januari 2020 ada 60 kasus , sementara Januari ini hanya 6 kasus.

Namun demikian warga tidak boleh lengah dengan terus waspada. Caranya tetap melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk – PSN secara berkala. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi, salah satunya siaran keliling.