Jelajah

Sepekan Belum Kembali, BPBD Ikut Turun Bantu Pencarian Umi Alfasanah

Sepekan dicari namun pencarian Umi Alfasanah, janda satu anak asal Wotan Pulung yang dilaporkan hilang meninggalkan rumah tanpa pamit, dan belum ada tanda-tanda ditemukan. Berbagai upaya telah dilakukan sejumlah pihak, mulai dari Polsek, Koramil, Karang Taruna dan warga Wotan melakukan penyisiram di berbagai lokasi yang dimungkinkan menjadi tempat singgah sementara Umi. Namun hingga Sabtu (7/11) pagi hasilnya masih nihil. Bahkan untuk mengintensifkan proses pencarian, pihak pemerintah desa juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Ponorogo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Setyo Budiono, pihaknya menerima surat permintaan dari Kades setempat yang meminta agar membantu pencarian warganya yang hilang tersebut. Pihaknya lantas menerjunkan 20 personil dari TRC BPBD untuk menindaklanjuti permintaan tersebut dan bergabung dengan tim lainnya.

Tidak hanya di sekitar Wotan saja, upaya pencarian juga merambah hingga ke Ngebel dan Sawoo. Pihaknya sempat merasa was-was karena ada informasi dari BPBD Magetan, bahwa Jum’at (6/11) malam, ditemukan sesosok mayat yang mengambang di DAM Jati Kebonsari Madiun. Padahal di wilayah Madiun maupun magetan tidak ada warga yang dilaoporkan hilang.

Atas informasi tersebut, pihaknya mengajak keluarga Umi ke RSUD Magetan untuk memastikan, apakah mayat yang ditemukan itu adalah Umi atau bukan. Namun ternyata pihak keluarga tidak yakin bila jasad yang ditemukan itu adalah Umi. Ini karena kondisi mayat yang sudah tidak bisa dikenali. Pihaknya masih menunggu informasi dari pihak RSUD  maupun polres Magetan, termasuk sidik jari mayat berjenis kelamin perempuan  tersebut. Meski demikian, sambil menunggu kepastian identitas mayat, pihaknya tetap akan melanjutkan proses pencairan.

Sebelumnya, Umi Alfasanah, warga RT 02 RW 02 Dukuh Jarakan Desa Wotan Pulung pergi meninggalkan rumah sejak Ahad (1/11). Ciri-cirinya, berkulit kuning, tinggi sekitar 145 cm, dan memiliki tahi lalat diwajah. Sedangkan Baju terakhir yang dikenakan berwarna coklat, mengenakan rok merah jambu motif bunga.