Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • 2 Remaja Pengendara Motor Tabrak Pohon di Telaga Ngebel, 1 Orang Meninggal Dunia
  • Didaftarkan Haji Sejak Usia 2 Tahun, Remaja 15 Tahun Jadi JCH Termuda Ponorogo
  • PLT Bupati Ponorogo Klaim Belum Ada ASN Yang Melanggar Selama WFH
  • Permudah Identifikasi, Ratusan Koper Jamaah Haji Ponorogo Diberi Kode Unik
  • Sengon Ambruk Timpa Kabel, 3 Tiang Listrik di Kocor Sawoo Roboh
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2020
  • September
  • 21
  • Begini Tanggapan Kadinkes Soal Pro Kontra Penggunaan Masker Scuba
  • Headline
  • Jelajah

Begini Tanggapan Kadinkes Soal Pro Kontra Penggunaan Masker Scuba

Gema Surya FM Senin 21 September 2020 | 10:40 WIB
drg irin
Foto: drg. Rahayu Kusdarini (Dokumen RGS FM)

Dokter Gigi (drg.) Rahayu Kusdarini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Ponorogo angkat bicara soal pro kontra penggunaan masker scuba untuk mencegah penularan corona. Menurutnya, masker scuba diakui memiliki tingkat efektifitas untuk mencegah masuknya virus paling rendah jika dibanding masker jenis lain. Yang paling disarankan yakni masker bedah atau masyarakat mengenalnya sebagai masker medis. Tingkat efektifitas pencegahan penularan virus untuk masker jenis ini bisa mencapai 80-95 persen. Sehingga dinilai paling efektif dan diklaim aman saat digunakan.

Hanya saja, karena tidak bisa dipakai ulang maka bisa jadi dianggap memberatkan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memilih masker bahan yang terbuat dari kain. Masker kain ini bisa dicuci dan dipakai ulang. Namun, Irin sapaannya menyarankan sebaiknya 3 lapis, atau minimal dua lapis sehingga tetap bisa menyaring virus yang berterbangan di udara yang bisa terhirup oleh seseorang.

Lanjut Irin, bila ternyata masker kain hanya satu lapis, masyarakat bisa melapisinya dengan tisu. Sementara soal masker scuba, diakui tingkat efektifitas untuk mencegah masuknya virus paling rendah, dibanding masker jenis lain.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Aksi Gelombang Demonstrasi Tolak Undang – Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Ponorogo Terjadi Lagi
Next: Kejaksaan Negeri Musnahkan Ratusan Barang Bukti dari Berbagai Jenis Kasus Tindak Pidana

Related Stories

ngebel
  • Jelajah

2 Remaja Pengendara Motor Tabrak Pohon di Telaga Ngebel, 1 Orang Meninggal Dunia

Gema Surya FM Sabtu 25 April 2026 | 17:27 WIB
WhatsApp Image 2026-04-25 at 13.01.36
  • Jelajah

Didaftarkan Haji Sejak Usia 2 Tahun, Remaja 15 Tahun Jadi JCH Termuda Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 25 April 2026 | 14:23 WIB
qdho
  • Jelajah

PMI Asal Prayungan Sawoo Menderita Stroke di Taiwan, Ini Harapan Sang Istri

Gema Surya FM Jumat 24 April 2026 | 15:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.