Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar
  • Macetnya Air PDAM di Dungus Karangpatihan Pulung karena Sumber Air di Mendak Wagir Kidul Debitnya Turun
  • Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga
  • Lubang Jalan di Jalan Margo Utomo Demangan Siman Sering Makan Korban, Warga Desak Pemkab Lakukan Perbaikan
  • Iseng Gunakan Mur untuk Cincin, Panggil Damkar Satpol PP
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2020
  • November
  • 5
  • Dinkes Minta Hobby Warga Menanam Tanaman Hias, Mulai Diselingi Tanaman Pengusir Nyamuk
  • Headline
  • Jelajah

Dinkes Minta Hobby Warga Menanam Tanaman Hias, Mulai Diselingi Tanaman Pengusir Nyamuk

Gema Surya FM Kamis 5 November 2020 | 12:13 WIB
serai

Mengoleksi tanaman hias, seakan menjadi trend ditengah pandemi ini. Hanya saja, Dinas kesehatan Ponorogo minta, agar kegiatan tersebut memiliki banyak fungsi yakni dampak lebih terhadap kesehatan. Seperti disampaikan Edy Kusnanto, Kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular dinas kesehatan, masyarakat penggemar tanaman hias  bisa mengikut sertakan  tumbuhan pengusir nyamuk, seperti lavender, jodia, kemangi serta serai dalam koleksinya. Beberapa tanaman tadi, selain  tidak disukai nyamuk, kalau dirawat juga tidak kalah indah dengan lainnya.

Bahkan untuk kemangi dan serai, juga baik untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi dan sebagai bumbu masakan. Jangan sampai hobby bertanam, justru mengundang bertelurnya nyamuk, karena menimbulkan adanya genangan air dan rerimbunan pohon. Diakui jika nyamuk akan selalu ada disetiap musim apapun. Namun, memasuki musim penghujan, ancaman serangan demam berdarah akan terjadi. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk PSN, tetap harus dilakukan, selain gerakan 3 M, juga bisa menaman tumbuhan pengusir nyamuk dan  bisa juga memelihara ikan cupang.

Sementara kasus demam berdarah di Ponorogo sampai Oktober mencapai 147 kasus dengan korban meninggal dunia 2 orang, Jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun lalu, yang mencapai ribuan kasus, dan belasan pasien diantaranya meninggal dunia.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Dua Tahun Dibuka Lowongan PNS untuk Dokter Spesialis Sepi Pendaftar
Next: FKUIB Ponorogo Serukan Umat Islam Boikot Produk Perancis

Related Stories

Macetnya Air PDAM di Dungus (Foto: Rustamji)
  • Headline
  • Jelajah

Macetnya Air PDAM di Dungus Karangpatihan Pulung karena Sumber Air di Mendak Wagir Kidul Debitnya Turun

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 13:02 WIB
Bakar Sampah Berujung Kebakaran (Foto: Bambang Supeno)
  • Headline
  • Jelajah

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.