
Harga Gabah Naik Rp 8200 per Kg (Foto: Istimewa)
Harga gabah di Kabupaten Ponorogo terus mengalami kenaikan selama musim panen raya. Di wilayah Sukorejo, harga gabah bahkan menembus Rp8.100 hingga Rp8.200 per kilogram. Angka tersebut menjadi harga tertinggi yang diterima petani selama musim panen dalam dua bulan terakhir.
Tri Narmi Nasari, salah satu petani yang akrab disapa Ratna, mengatakan harga gabah pada awal musim panen di wilayah Jetis sekitar dua bulan lalu masih berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp7.500 per kilogram. Setelah itu, harga terus mengalami kenaikan hingga menembus angka Rp8.000 per kilogram, khususnya di wilayah Sukorejo.
Menurut Ratna, harga gabah di setiap wilayah memang tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh rendemen atau tingkat hasil beras yang diperoleh dari gabah. Meski demikian, secara umum harga gabah pada musim panen kali ini dinilai cukup bagus dan memberikan keuntungan bagi petani.
“Sekarang harga gabah di Sukorejo sudah mencapai Rp8.100 sampai Rp8.200 per kilogram. Ini yang paling tinggi selama panen raya dua bulan terakhir,” ujar Ratna.
Ratna mengaku belum mengetahui secara pasti faktor utama yang menyebabkan harga gabah terus mengalami kenaikan. Namun, tingginya permintaan dari tengkulak atau pedagang pengumpul dari luar daerah dinilai turut memengaruhi kondisi pasar.
Menurutnya, cukup banyak tengkulak dari luar daerah yang datang ke Ponorogo untuk mencari dan membeli gabah petani. Kondisi tersebut membuat penyerapan gabah cukup tinggi sehingga harga di tingkat petani ikut terdorong naik.
Kenaikan harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani, mengingat biaya produksi pertanian saat ini juga cukup tinggi. Mulai dari kebutuhan benih, pupuk, obat-obatan hingga biaya tenaga kerja harus diperhitungkan petani dalam setiap musim tanam.
“Kalau harga gabah seperti sekarang tentu petani bisa tersenyum, karena hasil yang didapat cukup sesuai dengan biaya tanam yang memang tinggi,” katanya.
Dengan harga gabah yang berada di atas Rp8.000 per kilogram, petani berharap kondisi tersebut dapat bertahan sehingga hasil panen mampu memberikan keuntungan yang sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.



