
Meski di Penjara, Puluhan Warga Binaan Rutan Ponorogo Ikut Program Pendidikan Kesetaraan (Foto: Suwadi)
Sebanyak 47 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ponorogo mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo. Program tersebut memberikan kesempatan bagi para warga binaan yang putus sekolah untuk tetap melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah resmi, meski masih menjalani masa pidana. Kegiatan belajar telah dimulai sejak tahun ajaran baru setelah adanya kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Rutan Ponorogo yang ditandatangani pada Mei 2026.
Plt Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Ponorogo, Suwadi, mengatakan dari total 47 peserta, sebanyak enam orang mengikuti Paket A setara SD, 22 orang mengikuti Paket B setara SMP, dan 19 orang mengikuti Paket C setara SMA. Menurutnya, apabila seluruh peserta aktif mengikuti proses pembelajaran, mereka berhak memperoleh ijazah resmi dari pemerintah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai jenjang masing-masing.
“Sebanyak enam warga binaan mengikuti Paket A, 22 orang Paket B, dan 19 orang Paket C. Jika mereka aktif belajar hingga selesai, nantinya akan memperoleh ijazah resmi dari pemerintah sebagaimana peserta didik di sekolah umum,” ujar Suwadi.
Ia menjelaskan, sebagian besar peserta merupakan warga binaan yang sebelumnya putus sekolah. Meski rata-rata usia mereka sudah tidak muda lagi, semangat untuk memperbaiki masa depan melalui pendidikan menjadi alasan utama mengikuti program tersebut. Khusus peserta Paket A, pembelajaran dimulai dari jenjang kelas IV sekolah dasar.
Suwadi menambahkan, proses pembelajaran di lingkungan rutan dilaksanakan seperti di sekolah pada umumnya. Setiap kelompok belajar didampingi wali kelas dan pamong belajar yang ditugaskan oleh SKB agar proses pendidikan berjalan optimal.
“Kalaupun ada warga binaan yang bebas sebelum menyelesaikan pendidikan di rutan, mereka tetap dapat melanjutkan belajar di SKB sesuai domisili masing-masing. Jadi proses pendidikannya tidak terputus,” kata Suwadi.
Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di Rutan Ponorogo merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan program wajib belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.



