
Disbudparpora Ponorogo Ijinkan Penggunaan Stadion Batoro Katong untuk Konser (Foto: Yudi)
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo mulai bersikap lebih fleksibel dalam pemanfaatan Stadion Batoro Katong. Jika sebelumnya stadion hanya diperuntukkan bagi kegiatan olahraga, kini pemerintah membuka peluang penggunaan untuk berbagai kegiatan, termasuk konser musik, selama mampu mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) dan tidak merusak fasilitas.
Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengakui sebelumnya pihaknya membatasi penggunaan stadion demi menjaga kualitas rumput berstandar FIFA. Namun, kebijakan tersebut kini mulai disesuaikan untuk mendukung peningkatan perekonomian daerah.
“Selama ini kami memang membatasi penggunaan Stadion Batoro Katong hanya untuk kegiatan olahraga demi menjaga kualitas rumput berstandar FIFA. Namun, demi mendukung peningkatan PAD dan perekonomian masyarakat, kebijakan tersebut kini kami kaji kembali,” ujar Judha Slamet Sarwo Edi.
Menurutnya, saat ini sudah ada sejumlah event organizer (EO) yang mengajukan permohonan penggunaan stadion, termasuk untuk penyelenggaraan festival musik. Meski demikian, Pemkab Ponorogo masih menyusun mekanisme perizinan agar penggunaan stadion tetap memperhatikan kondisi fasilitas.
“Sudah ada beberapa EO yang mengajukan permohonan, termasuk untuk festival musik. Saat ini kami masih menyusun mekanisme perizinannya dengan mempelajari penerapan di daerah lain, terutama terkait tanggung jawab penyelenggara apabila terjadi kerusakan fasilitas,” katanya.
Judha menjelaskan, perlindungan rumput berstandar FIFA, sistem drainase, hingga perawatan lapangan menjadi perhatian utama sebelum izin penggunaan diberikan. Rumput jenis Zoysia japonica senilai sekitar Rp678 juta mulai ditanam pada Agustus 2024. Sejak saat itu, penggunaan stadion untuk konser dihentikan agar kualitas lapangan tetap terjaga.
Meski membuka peluang untuk kegiatan nonolahraga, Judha menegaskan fungsi utama Stadion Batoro Katong sebagai sarana olahraga tetap menjadi prioritas.
“Fungsi utama stadion tetap sebagai sarana olahraga. Namun, apabila penyelenggaraan konser atau kegiatan lainnya bisa dilakukan tanpa merusak fasilitas, tentu layak dipertimbangkan karena Ponorogo hingga saat ini belum memiliki lokasi konser berskala besar yang representatif,” pungkas Judha Slamet Sarwo Edi.



