
siswa siswi SD Jalen Balong
Tak ingin SD Negeri Jalen ditutup akibat minimnya jumlah siswa, Karang Taruna Manggalatama Desa Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo mulai melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan menggelar pertemuan bersama pihak sekolah guna mencari solusi agar pada tahun ajaran baru nanti SDN Jalen tetap mendapatkan murid baru.
Kepala SDN Jalen, Dedy Adhi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan adanya pertemuan tersebut bersama Karang Taruna Manggalatama.
“Sudah ada pertemuan dengan Karang Taruna Manggalatama untuk mencari solusi agar SDN Jalen tetap mendapat siswa baru,” ujar Dedy Adhi Nugroho.
Dari hasil pertemuan tersebut, karang taruna berkomitmen membantu pihak sekolah dengan melakukan pendekatan kepada warga desa agar bersedia menyekolahkan putra-putrinya yang sudah memasuki usia sekolah dasar ke SDN Jalen.
“Mereka akan membantu melakukan pendekatan kepada warga supaya anak-anak usia SD bisa masuk ke SDN Jalen,” imbuhnya.
Dedy mengakui, dalam lima tahun terakhir sekolah yang dipimpinnya memang mengalami kesulitan mendapatkan siswa baru. Bahkan pada tahun 2024 lalu, SDN Jalen sama sekali tidak memperoleh murid saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB.
“Tahun 2024 kemarin kami tidak mendapatkan siswa sama sekali saat PPDB,” jelasnya.
Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut hanya memperoleh satu murid baru. Menurut Dedy, sebagian besar orang tua di Desa Jalen lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke Madrasah Ibtidaiyah maupun pondok pesantren.
“Mayoritas warga memilih menyekolahkan anaknya ke MI atau pondok pesantren,” katanya.
Meski minim jumlah siswa, Dedy menegaskan kualitas pendidikan di SDN Jalen tidak kalah dengan sekolah lainnya. Bahkan, satu-satunya siswa kelas 1 tahun ini berhasil dikirim mengikuti athletic competition di Blitar.
“Walaupun siswanya sedikit, kualitas kami tetap bagus. Tahun ini siswa kelas 1 kami bahkan dikirim mengikuti athletic competition di Blitar,” pungkasnya.



