
Tri Budi Widodo Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertahankan Ponorogo
Luas lahan pertanian kedelai di Ponorogo terus menyusut dalam sepuluh tahun terakhir. Data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mencatat, pada tahun 2016 luas lahan kedelai masih mencapai 30 ribu hektare, namun kini tinggal sekitar 351 hektare saja.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertahankan Ponorogo, Tri Budi Widodo, mengatakan saat ini tanaman kedelai hanya bertahan di empat kecamatan, yakni Siman, Mlarak, Jetis, dan Sawoo.
“Sekarang tanaman kedelai hanya bertahan di empat wilayah, yaitu Kecamatan Siman, Mlarak, Jetis, dan Sawoo,” ujar Tri Budi.
Ia menjelaskan, rendahnya produktivitas dan nilai ekonomi menjadi alasan utama petani mulai meninggalkan tanaman kedelai.
“Dalam satu hektare, kedelai rata-rata hanya menghasilkan sekitar 1,4 ton. Jauh dibandingkan padi atau jagung yang bisa mencapai tujuh ton per hektare,” jelasnya.
Menurutnya, petani kini lebih memilih menanam padi maupun jagung karena dinilai lebih menguntungkan, terlebih didukung kondisi irigasi yang semakin baik.
“Petani lebih memilih padi atau jagung karena hasilnya lebih tinggi dan irigasi sekarang juga sudah mendukung,” katanya.
Tri Budi menambahkan, pemerintah sebenarnya telah memberikan bantuan untuk budidaya kedelai. Namun bantuan tersebut belum terserap maksimal karena banyak kelompok tani terkendala syarat administrasi.
“Bantuan sebenarnya ada, tapi banyak kelompok tani tidak bisa memenuhi syarat administrasi, terutama minimal luasan lima hektare dalam satu hamparan,” ungkapnya.
Padahal, secara teknis tanaman kedelai dinilai lebih hemat air dan memiliki masa tanam relatif singkat.
“Kalau kedelai sebenarnya lebih hemat air dan masa tanamnya hanya sekitar 80 hari,” tambahnya.
Akibat minimnya produksi lokal, kebutuhan bahan baku tahu dan tempe di Ponorogo kini banyak bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Karena produksi lokal minim, akhirnya kebutuhan kedelai untuk tahu dan tempe banyak bergantung dari luar daerah,” pungkasnya.



