
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyayangkan terjadinya insiden tertempernya sebuah truk oleh KA 408 (CL Dhoho) relasi Kertosono–Malang, Selasa (28/4) pukul 21.35 WIB di perlintasan resmi terjaga antara Stasiun Blitar–Garum.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, di antaranya tidak melintas saat sirene sudah berbunyi atau palang pintu mulai ditutup, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintas, tidak berhenti di area perlintasan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.
Dijelaskan, peristiwa tersebut bermula saat sirene berbunyi sebagai tanda akan adanya kereta api yang melintas dan petugas bersiap menutup palang pintu. Namun, truk tersebut tetap melaju memasuki perlintasan.
Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mogok sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api. Petugas penjaga perlintasan telah berupaya menghentikan laju kereta dengan membawa semboyan 3. Namun, karena jarak kereta yang sudah terlalu dekat, KA 408 tidak dapat berhenti sehingga insiden tidak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran, sehingga kereta sempat berhenti di lokasi kejadian. Sementara itu, masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam kondisi selamat.
KAI Daop 7 Madiun segera melakukan koordinasi dengan PPKA, petugas pengamanan, serta tim sarana untuk penanganan di lokasi. Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB sehingga jalur kembali dapat dilalui.
Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB, lokomotif berhasil diperbaiki dan KA diizinkan berjalan mundur ke Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 km/jam, didahului petugas yang membawa semboyan 3 sebagai bentuk pengamanan.
Kejadian ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memahami fungsi fasilitas keselamatan yang tersedia demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.



