
Pemberangkatan 554 jemaah haji asal Ponorogo yang telah dilepas pada Ahad (26/4/2026) ternyata belum menjadi angka final. Pasalnya, masih ada sejumlah jemaah cadangan yang dipastikan akan menyusul berangkat ke Tanah Suci untuk mengisi kursi kosong atau open seat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo, Marjuni, mengatakan bahwa tujuh jemaah cadangan akan diberangkatkan secara bertahap sesuai ketersediaan kursi di kloter berikutnya.
“Tujuh jemaah cadangan yang tersisa akan diberangkatkan menyusul, sesuai dengan ketersediaan kursi di kloter-kloter selanjutnya. Ada yang masuk kloter 22, 24, dan 25,” ujar Marjuni.
Ia menambahkan, khusus untuk kloter 25, jemaah asal Ponorogo akan bergabung dengan jemaah dari Pacitan.
“Untuk kloter 25 ini nantinya tergabung dengan jemaah dari Pacitan,” imbuhnya.
Sementara itu, satu jemaah utama asal Ponorogo atas nama Samingan terpaksa menunda keberangkatannya akibat mengalami serangan stroke sesaat sebelum jadwal keberangkatan. Padahal, sebelumnya yang bersangkutan telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan (istitha’ah) dan telah melunasi seluruh biaya perjalanan haji.
Kondisi mendadak tersebut kemudian diisi oleh jemaah cadangan urutan kedelapan, Sri Haryuni, yang akhirnya berhasil diberangkatkan dalam kloter 20.
Marjuni menegaskan bahwa penempatan jemaah cadangan tidak selalu dapat bergabung dengan rombongan dari daerah asal, karena bergantung pada sistem nasional dan ketersediaan kursi kosong.
“Penempatan jemaah cadangan tidak selalu bisa berkumpul dengan rombongan daerah asal, karena sangat bergantung pada urutan serta lokasi kursi kosong secara nasional,” tegasnya.



