
Gelaran pasar malam di Alun-Alun Ponorogo yang berlangsung selama satu bulan menyumbangkan pendapatan hingga ratusan juta rupiah ke daerah. Data di Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil (Perdagkum) mencatat, saat ini pasar malam tersebut sudah menyumbang PAD sekitar Rp 397 juta.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil (Perdagkum) Ponorogo, Okta Hariyadi, mengatakan angka tersebut masih akan bertambah mengingat timnya masih melakukan penyisiran untuk mendata pedagang di pasar malam.
“Saat ini PAD yang masuk sudah sekitar Rp 397 juta. Angka ini masih akan bertambah karena kami masih melakukan penyisiran untuk mendata pedagang, sebab jumlah pedagang terus bertambah dan diperkirakan masih ada yang belum melakukan pendaftaran,” kata Okta.
Pihaknya yakin pendapatan asli daerah dari pasar malam bisa sama dengan tahun lalu, yakni di atas Rp 500 juta. Masih kata Okta, retribusi lapak per meter persegi sesuai aturan Perda sebesar Rp 1.500 per hari. Untuk pedagang yang berjualan di pasar malam Alun-Alun jumlahnya mencapai lebih dari 150 pedagang.
“Kami optimistis pendapatan dari pasar malam tahun ini bisa sama dengan tahun lalu, bahkan di atas Rp 500 juta,” imbuhnya.
Diakuinya, musim hujan seperti sekarang ini berdampak pada pendapatan para penjual. Karena itu, pihaknya memberikan kelonggaran untuk melunasi pembayaran sewa hingga pasar malam selesai. Namun, banyak pedagang juga sudah membayar lunas saat Lebaran lalu.
Karena cuaca hujan berdampak pada omzet pedagang, kami memberikan kelonggaran pelunasan sewa sampai pasar malam selesai,” jelasnya.
Untuk berjualan, pedagang diwajibkan membayar sewa di depan minimal 30 persen. Selain itu, pihaknya juga membuka opsi perpanjangan pasar malam, meski masih dalam tahap kajian.
“Opsi perpanjangan tetap kami buka, tetapi masih kami kaji,” pungkasnya.



