
Sedikitnya 94 guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo dipromosikan menjadi kepala sekolah dalam pelantikan yang digelar Rabu, 15 April 2026, di Aula SMPN 2 Ponorogo. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 2 kepala TK, 79 kepala SD, dan 13 kepala SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengatakan selain promosi jabatan kepala sekolah, pihaknya juga melakukan mutasi terhadap 8 kepala sekolah, masing-masing 2 kepala SD dan 6 kepala SMP.
“Selain promosi, hari ini juga ada mutasi 8 kepala sekolah, terdiri dari 2 kepala SD dan 6 kepala SMP,” ujar Nurhadi usai pelantikan.
Sementara itu, sebanyak 47 kepala sekolah mendapat perpanjangan masa jabatan untuk periode kedua, dengan rincian 43 kepala SD dan 4 kepala SMP. Jabatan kepala sekolah sendiri memiliki masa tugas selama 4 tahun untuk satu periode.
Meski pengisian kepala sekolah definitif telah dilakukan per Rabu, 15 April 2026, Nurhadi menyebut masih ada sekitar 40 jabatan kepala sekolah yang saat ini masih dipegang pelaksana tugas (Plt) atau masih kosong.
“Masih ada sekitar 40 jabatan kepala sekolah yang kosong dan saat ini masih dijabat Plt. Kami mendorong semua guru yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, kekosongan jabatan kepala sekolah terjadi hampir merata di seluruh kecamatan di Ponorogo. Kondisi tersebut dipicu banyaknya kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas dalam waktu yang berdekatan.
Nurhadi berharap, pasca pelantikan ini para kepala sekolah yang baru dilantik maupun yang dimutasi bisa segera menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah masing-masing agar peningkatan kualitas pendidikan di Ponorogo dapat terus berjalan optimal.
“Segera menyesuaikan dengan lingkungan sekolah yang ada, sehingga kualitas pendidikan bisa terus meningkat,” pungkasnya.



