
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Slahung sejak Selasa malam, 14 April 2026, menyebabkan sejumlah titik di Jalur Ponorogo–Pacitan mengalami longsor. Material berupa lumpur dan kayu lapuk menutup badan jalan, sehingga membahayakan para pengguna jalan yang melintas.
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, mengungkapkan berdasarkan data sementara terdapat sembilan titik longsor di jalur Ponorogo–Pacitan. Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, salah satunya berada di kawasan Perhutani petak 56.
“Ada 9 titik longsor di jalur Ponorogo–Pacitan. Materialnya cukup banyak, berupa lumpur dan kayu lapuk, serta kondisi jalan licin sehingga sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar AKP Pitoyo.
Untuk penanganan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum guna mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Satpol PP dan Damkar untuk melakukan penyemprotan agar jalur lebih aman dilalui.
“Saat ini arus lalu lintas kami berlakukan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan sampai proses pembersihan selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Slahung, Nur Huda Rifai, mengatakan longsor dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam. Dari laporan awal, sebagian besar titik longsor berada di jalur Ponorogo–Pacitan, dengan titik terparah berada di kawasan perbatasan Ponorogo–Pacitan.
“Informasi awal ada 9 titik, sebagian besar berada di jalur Ponorogo–Pacitan, dan yang paling besar ada di wilayah perbatasan Ponorogo–Pacitan,” jelas Nur Huda Rifai.
Ia menambahkan, pihak kecamatan telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD dan instansi terkait agar penanganan dapat segera dilakukan, sehingga akses jalur penghubung Ponorogo–Pacitan kembali normal.



