
Kapolres Ponorogo Andin Wisnu Sudibyo mengaku bersyukur masyarakat mulai mengambil pelajaran dari peristiwa meledaknya mercon di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, yang menewaskan dua orang dan menyebabkan satu lainnya luka-luka.
Menurutnya, setelah kejadian tersebut warga menjadi lebih aktif melapor kepada pihak kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan, seperti sekelompok anak yang diduga membuat atau meracik petasan untuk balon udara.
“Alhamdulillah setelah kejadian itu masyarakat semakin peduli dan aktif melapor kepada kami jika ada aktivitas mencurigakan terkait pembuatan petasan untuk balon udara,” kata Andin.
Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari laporan masyarakat. Barang bukti tersebut berupa sekitar 500 gram bubuk petasan, puluhan selongsong yang siap diisi bahan peledak, serta satu balon udara dengan tinggi sekitar 10 meter.
Barang-barang tersebut diserahkan oleh warga melalui perangkat desa kepada pihak kepolisian di wilayah Sukorejo dan Jenangan.
“Barang bukti ini diserahkan warga melalui perangkat desa ke Polsek Sukorejo dan Jenangan. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai meningkat untuk mencegah kejadian serupa,” jelasnya.
Kapolres juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuat maupun memainkan petasan, karena bahan tersebut sangat sensitif dan berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuat ataupun memainkan petasan. Selain berbahaya, bahan peledak ini sangat sensitif dan bisa memicu kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.



