
Pemerintah memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Ponorogo dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Bahkan, pasokan ditambah secara signifikan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Sales Branch Manager (SBM) Kediri IV Gas Pertamina, Gatot Subroto, mengungkapkan penambahan pasokan dilakukan secara bertahap mulai 18 hingga 22 Maret 2026.
“Penambahan dilakukan secara bertahap mulai 18 sampai 22 Maret 2026, dengan total sekitar 237 persen dari rata-rata harian,” ujar Gatot.
Ia menjelaskan, rata-rata distribusi harian LPG 3 kilogram di wilayah Ponorogo mencapai 29.820 tabung.
“Untuk kebutuhan Lebaran, tambahan fakultatif kami siapkan hingga 70.560 tabung. Kami harap ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga tidak perlu panik,” tambahnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi supaya harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Di pangkalan resmi wajib Rp18 ribu sesuai HET. Jika ada yang menjual di atas itu, silakan laporkan ke pemda atau Pertamina, nanti akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Gatot juga meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan pangkalan yang memiliki stok namun tidak menjual kepada masyarakat.
“Kalau ada pangkalan yang punya stok tapi tidak menjual, mohon segera dilaporkan,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan D.I. Panjaitan, Ramsa Rolanda, mengatakan terjadi peningkatan distribusi dibanding hari normal.
“Biasanya 27 load order atau sekitar 15.120 tabung, sekarang selama Lebaran ditambah menjadi 33 load order atau sekitar 18.480 tabung,” jelas Ramsa.
Menurutnya, penambahan ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan LPG di tingkat masyarakat.
“Penambahan ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan,” tandasnya.



