
Mbah Kirno (kaos hitam) akhirnya dibawa Ipda Purnomo ke Lamongan, Kamis 29 Januari pagi. (Gema Surya/Yudi)
SAWOO – Kakek ODGJ yang selama 20 tahun hidup dalam kurungan jeruji besi akhirnya bisa bebas mulai Kamis, 29 Januari 2026. Hal ini terjadi setelah kandang besi yang mengurung Mbah Kirno, warga Desa Temon, Sawoo, berhasil dibuka paksa dengan menggunakan gerinda.
Proses pembebasan itu dipimpin langsung oleh Ipda Purnomo, seorang perwira polisi sekaligus penggiat sosial dari Polres Lamongan yang dikenal aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, khususnya membantu ODGJ dan warga kurang mampu.
Di kandang besi yang terkunci rapat selama hampir dua dekade tersebut, pintu kurungan akhirnya dibuka paksa dengan cara digerinda.
Mbah Kirno informasinya akan dirawat sekaligus diobati di Pondok Rehabilitasi Mental Yayasan Berkah Bersinar Abadi di Lamongan yang dikelola oleh Purnomo.
Kepada wartawan, Ipda Purnomo mengatakan bahwa pihaknya datang bukan sekadar menjalankan tugas, namun hadir dengan misi kemanusiaan, yakni menjemput, membebaskan, dan merawat seorang lelaki yang selama bertahun-tahun dipasung keluarganya karena gangguan kejiwaan.
Menurut Ipda Purnomo, praktik pemasungan ini dipengaruhi oleh pemahaman keluarga yang meyakini korban memiliki kekebalan tertentu, sehingga Sukirno tidak diperbolehkan menyentuh tanah selama dikurung.
Menurut kepercayaan keluarga, jika menyentuh tanah, kekuatan supranaturalnya akan kembali dan ia bisa mengamuk. Langkah Purnomo tidak hanya memutus rantai pemasungan, tetapi juga membuka harapan baru bagi Mbah Kirno untuk bisa hidup layak seperti manusia pada umumnya.
Berdasarkan informasi warga setempat, sebelum mengalami gangguan jiwa, Mbah Kirno dikenal hidup normal. Perubahan perilaku disebut terjadi setelah ia mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa, yang diduga melebihi kesiapan mental dan batinnya.
Proses evakuasi tidak berlangsung mulus karena pihak keluarga sempat menolak lantaran khawatir Mbah Kirno akan mengamuk jika dilepas.
Pihak keluarga akhirnya luluh setelah dilakukan pendekatan persuasif yang dipimpin langsung oleh Ipda Purnomo bersama lintas instansi, mulai dari kepolisian, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, hingga TNI. (yd/rl/ab)



