
Satreskrim Polres Ponorogo bersama LABFOR Polda Jatim melakukan olah TKP. (Foto/Yudi)
Satreskrim Polres Ponorogo bersama petugas Laboratorium Forensik (LABFOR) Polda Jatim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran yang menghanguskan gudang farmasi RSUD dr. Harjono pada Ahad sore 4 Januari 2026.
Olah TKP dilakukan pada Senin siang 5 Januari 2026, dan berlangsung hampir dua jam. Petugas menyusuri gudang farmasi dua lantai yang berada di sebelah gedung IGD RSUD dr. Harjono.
Kesimpulan sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun demikian, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menegaskan, meski dugaan awal adalah korsleting listrik, pihaknya masih terus melakukan pendalaman.
Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, gudang farmasi yang terbakar berisi stok obat serta dokumen farmasi, seperti kwitansi, resep obat pasien, bahkan rekam medis lima tahun terakhir. Menurut AKP Mujali, bagian lantai dua yang terbakar mencapai sekitar 25 persen, baik dokumen maupun obat-obatan. Sementara untuk lantai satu, persentase kerusakan hampir sama.
Dalam olah TKP tersebut, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berasal dari lantai satu yang diduga menjadi titik api. Hanya saja, AKP Mujali belum dapat merinci jenis benda yang diamankan.
Sebagai informasi, kebakaran yang menghanguskan gudang farmasi RSUD dr. Harjono terjadi pada Ahad sore, 4 Januari 2026. Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 16.15 WIB di lantai dua gedung. Kobaran api kemudian membesar, menjalar ke lantai dasar, dan membakar seluruh isi ruangan. Empat mobil pemadam kebakaran serta dua truk tangki BPBD diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.



