Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD
  • Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini
  • DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru
  • Desa Bringinan Jambon Harumkan Ponorogo, Raih Juara 4 Nasional Perlindungan Pekerja Migran
  • EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Mulai Sasar Kampung Transmigrasi Aceh Tengah Untuk Layanan Kesehatan
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • April
  • 30
  • Antri Mesin combi, Padi di Sukorejo Menua di Sawah Belum Bisa Dipanen
  • Jelajah

Antri Mesin combi, Padi di Sukorejo Menua di Sawah Belum Bisa Dipanen

Gema Surya FM Selasa 30 April 2024 | 14:35 WIB
gabah

Meski harga gabah mulai naik lagi namun sejumlah petani di Desa Sukorejo mengaku rugi. Ratna Tri Narmi, salah satu petani, mengungkapkan harga sewa mesin combi naik dua kali lipat, baik sebelum maupun setelah Lebaran. Para petani juga harus antri sehingga memperlambat proses panen.

“Kami harus ngantri untuk menggunakan mesin combi, sehingga banyak padi yang seharusnya segera dipanen harus menunggu terlalu lama di sawah. Jadi sangat mempengaruhi kualitas gabah nantinya,” ujar Ratna.

Tidak hanya itu, hujan juga menyebabkan banyak padi ambruk. Dampaknya, hasil panen berkurang drastis. Jika biasanya bisa mendapatkan lebih dari 1 ton, kali ini justru jauh di bawahnya

Harga gabah kering sawah sendiri telah mengalami kenaikan signifikan, dari Rp 5.000 sebelum Lebaran menjadi Ep 6.000 hingga Rp 6.100 setelah Lebaran. Sedangkan harga gabah kering giling sudah mencapai Rp 6.700 per kilogramnya. Meskipun demikian, para petani tidak yakin bahwa harga akan terus naik, diperkirakan tidak akan mencapai Rp 9.000 seperti beberapa waktu lalu.

Namun, di beberapa wilayah, harga gabah masih di bawah Rp 6.000 per kilogramnya. Zaelani, seorang petani di Desa Polorejo, Babadan, mengungkapkan bahwa harga gabah kering panen di wilayahnya turun menjadi Rp 5.800 hingga Rp 5.900 per kilogram, dibandingkan dengan musim panen sebelumnya yang mencapai di atas Rp 7.000 per kilogram.

Meskipun harga gabah turun, petani tetap merasa terbebani dengan biaya produksi yang tinggi, terutama harga obat-obatan hama yang mahal.

Hal yang sama juga diungkap Agus, seorang petani lainnya, juga mengungkapkan ketidakpuasan dengan hasil panen saat ini. Ia menyatakan, pada musim panen ini, perkotak sawah dengan luas 110 meter persegi hanya mampu menghasilkan 800 kilogram atau 8 kuintal gabah, padahal sebelumnya mampu menghasilkan 1,2 ton per kotak. Agus mengatakan. kejadian ini disebabkan adanya hama yang menyerang sawah petani disaat harga obat hama melambung tingg

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Warga Nambangrejo Jadi Korban Tabrak Lari di Barat Jembatan Sekayu
Next: Pasca Viral STY KW Asal Slahung Banjir Undangan Jadi Bintang Tamu Di TV Swasta Nasional

Related Stories

BP
  • Jelajah

BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD

Gema Surya FM Kamis 22 Januari 2026 | 07:25 WIB
bobd
  • Jelajah

Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 15:34 WIB
ld.jpg
  • Headline
  • Jelajah

DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 13:02 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.