Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2023
  • November
  • 2
  • Miris! Trend Remaja Putri Sayat Tangan Sendiri di Ponorogo Rata-rata 5 Kasus Setiap Bulan
  • Headline
  • Jelajah

Miris! Trend Remaja Putri Sayat Tangan Sendiri di Ponorogo Rata-rata 5 Kasus Setiap Bulan

Gema Surya FM Kamis 2 November 2023 | 14:48 WIB
Sayat Tangan
Karina Rizki Rahmawati, Psikolog Klinis RSUD dr. Harjono ketika ditemui terkait trend ramaja putri yang sayat tangan sendiri. (Foto/Yudi)

Kasus remaja putri yang menyayat tangannya sendiri juga terjadi di Kabupaten Ponorogo. Alasan mereka melakukan self harm (menyakiti diri sendiri) bikin mengelus dada.

Yakni rasa frustasi, kecewa pada diri sendiri, dan ingin menyerah untuk hidup. Mayoritas yang menyayat tangan dengan silet dilakukan oleh remaja putri.

“Ada lima dalam satu bulan, rata-rata usia remaja SMP dan SMA” kata Karina Rizki Rahmawati Psikolog Klinis RSUD dr Harjono ditemui Kamis (2/11) 

Menurutnya korban dan orangtua memang perlu bantuan ke psikolog atau psikiater. Anggota badan yang kerap dilukai dengan silet adalah bagian tangan. Bahkan ada yang kedua tangannya dan sayatannya pun cukup panjang, hingga lengan.

Parahnya kata Karina, malah dilakukan berkali-kali di lengan yang sama. Alasannya pasien melakukan hal tersebut, karena kurang perhatian dari orang terdekat, apalagi orang tua menjadi pemicu remaja putri ini, menyakiti diri sendiri dengan menyayat tangannya dengan silet.

“Rata-rata permasalahannya kurang perhatian entah itu dari orang tua, dari teman merasa tidak nyaman di sekolah,” jelasnya.

Kemudian juga dikarenakan yang lainnya, yakni terkena bullying, baik secara verbal maupun fisik. Kebanyakan orang tua mereka bekerja sebagai pekerja migran, di rumah ikut nenek atau kakeknya. Sehingga perhatian untuk remaja berkurang. (yd/rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Bawaslu Ponorogo Gandeng Komunitas Disabilitas Untuk Melakukan Pengawasan
Next: RSUD Bantarangin Direncanakan Resmi Beroperasi 1 Desember 2023

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.