Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2023
  • September
  • 2
  • Skripsi Dihapus, Kampus Harus Mencari Bentuk Lain Tugas Akhir Agar Lulusan Tetap Berkualitas
  • Jelajah

Skripsi Dihapus, Kampus Harus Mencari Bentuk Lain Tugas Akhir Agar Lulusan Tetap Berkualitas

Gema Surya FM Sabtu 2 September 2023 | 13:54 WIB
iluistrasi
Menteri pendidikan kebudayaan riset dan teknologi Nadiem Anwar Makarim membuat aturan baru mengenai mahasiswa, yakni penghapusan skripsi/Foto:Ilustrasi

Menteri pendidikan kebudayaan riset dan teknologi (Kemendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim membuat aturan baru mengenai mahasiswa, yakni penghapusan skripsi, sehingga mahasiswa bisa mengambil bentuk lain untuk menyempurnakan tugas akhirnya sebagai tanda kelulusan. 

Hal tersebut ditanggapi beragam, di Ponorogo misalnya pengamat pendidikan dari universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) Sulton, juga berpendapat mengenai kebijakan baru tersebut. 

Menurut sulton, penghapusan skripsi memberi sisi negatif dan positif,  sisi positifnya yakni tidak ada plagiarisme oleh mahasiswa saat pembuat skripsi,karena skripsi dianggap sulit sehingga disinyalir ada juga mahasiswa yang melakukan plagiarisme, juga meminimalisir mahasiswa drop out dari kampus.

“Kita mungkin bisa mencegah, mencegah apa ya, berbagai bentuk plagiarisme ya, plagiarisme yang mungkin menjebak, lingkaran setan penyedia jasa mungkin juga oknum-oknum tertentu, begitu ya” ungkanya kepada gema surya Sabtu (02/09).

Sementara itu sisi negatif nya yakni disinyalir mengurangi sisi kritis dan analisis mahasiswa  itu sendiri, sehingga dampaknya akan mengurangi sisi kualitas mahasiswa itu sendiri. 

“Karena bagaimanapun institusi pendidikan, itukan memiliki tanggung jawab, untuk memberikan kesempatan untuk memberikan kesempatan atau membentuk proses berpikir para siswa mahasiswa termasuk mereka-mereka yang menempuh pendidikan S2 maupun S3” imbuhnya. 

Sulton Menambahkan pihak kampus harus punya cara atau solusi meskipun skripsi di hapus tapi kualitas mahasiswa tetap terjaga dan tetap bermutu, misalnya memberikan tugas akhir dalam bentuk selain skripsi. 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Hilang Kendali, Pick-up Pembawa Gas LPG Tabrak Pemotor dan Tugu Pembatas
Next: Tahun Politik, Warga Enggan Serahkan KTP Untuk Pendaftaran Pembelian Gas

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.