
PDM Ponorogo Himbau Masjid Himpun Infak untuk Korban NTT (Foto: Ilustrasi)
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan edaran tentang penghimpunan infak salat Jumat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi sejak Sabtu, 15 Agustus 2026. Edaran tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas Muhammadiyah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Muh Syafrudin, mengatakan edaran dari PP Muhammadiyah tersebut telah ditindaklanjuti dan diteruskan kepada seluruh unsur Muhammadiyah di Ponorogo. Edaran disampaikan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah, tingkat ranting, organisasi otonom, Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah, takmir masjid, hingga warga Muhammadiyah.
Menurut Syafrudin, penggalangan bantuan tidak hanya dilakukan melalui infak salat Jumat. Muhammadiyah juga mengajak seluruh unsur Persyarikatan untuk turut menghimpun dana kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores.
“Edaran dari PP Muhammadiyah sudah kami tindak lanjuti dan diteruskan ke seluruh tingkatan. Bukan hanya penghimpunan infak salat Jumat, tetapi juga penggalangan dana di semua tingkatan Muhammadiyah,” ujar Syafrudin.
Dalam edaran tersebut, PP Muhammadiyah menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat yang menjadi korban gempa. Seluruh pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, serta takmir masjid di bawah Persyarikatan Muhammadiyah diimbau ikut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan.
Proses penghimpunan hingga penyaluran dana nantinya dilakukan secara terkoordinasi melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZISMU) serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah di masing-masing tingkatan. Mekanisme tersebut diharapkan membuat bantuan dapat dihimpun dan disalurkan secara terpadu serta tepat sasaran.
“Penghimpunan dan penyalurannya dilakukan secara terkoordinasi melalui LAZISMU dan LRB Muhammadiyah. Dengan begitu, bantuan yang terkumpul diharapkan bisa disalurkan secara terpadu dan tepat sasaran,” katanya.
Untuk penghimpunan infak salat Jumat, kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026 dan Jumat, 28 Agustus 2026. Selain itu, penggalangan dana juga dilakukan melalui berbagai unsur Muhammadiyah sebagai bentuk solidaritas untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa.
PDM Ponorogo berharap seluruh warga Muhammadiyah dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing sehingga bantuan yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.



