
Febri Berdiri Posisi Ke 4 Dari Kiri (Foto: Febri)
Upacara bendera memperingati detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi pengalaman istimewa bagi Febriani, warga Indonesia yang berada di Phnom Penh, Kamboja. Ia mendapat amanah menjadi petugas pengibar bendera merah putih atau Paskibraka dalam upacara yang digelar di KBRI Kamboja, Senin (17/8/2026).
Kepada Gema Surya, Febriani, istri dari Roni Ruslan, warga Ponorogo yang sudah beberapa tahun bekerja di Kamboja, menceritakan pengalamannya saat dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka. Ia mengaku awalnya sempat merasa takut ketika pihak KBRI Kamboja meminta ibu-ibu asal Indonesia untuk menjadi petugas pengibar bendera.
“Awalnya saya takut dan tidak percaya diri ketika diminta menjadi Paskibraka. Tapi setelah mencoba dan mengikuti latihan rutin, akhirnya saya lebih percaya diri dan bisa menjalankan tugas dengan lancar sampai selesai,” ujar Febriani.
Menurut Febriani, menjadi petugas Paskibraka merupakan pengalaman pertama baginya. Sebelumnya, pelaksanaan pengibaran bendera di KBRI Kamboja lebih banyak melibatkan para pelajar Indonesia.
Ia bersama delapan ibu-ibu asal Indonesia lainnya kemudian mengikuti latihan secara rutin. Persiapan tersebut telah dilakukan sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan upacara. Latihan digelar dua kali dalam sepekan untuk memastikan seluruh petugas memahami rangkaian tugas dan mampu menjalankannya dengan baik.
Febriani mengaku latihan yang dilakukan secara rutin membuat rasa gugup perlahan berkurang. Kekompakan dengan anggota Paskibraka lainnya juga menjadi salah satu modal penting sehingga seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan lancar.
“Latihannya dilakukan dua kali dalam sepekan selama sekitar dua bulan. Awalnya memang merasa takut, tetapi karena terus berlatih bersama ibu-ibu lainnya, kami akhirnya semakin kompak dan percaya diri,” katanya.
Kesempatan menjadi Paskibraka tersebut semakin berkesan karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagi Febriani, menjalankan tugas mengibarkan bendera merah putih di luar negeri menjadi pengalaman yang tidak terlupakan sekaligus kebanggaan tersendiri sebagai warga Indonesia.
Febriani dan delapan ibu-ibu tersebut diketahui memiliki perkumpulan warga Indonesia di Kamboja. Mereka rutin menggelar pertemuan setiap satu bulan sekali. Kebersamaan dalam perkumpulan tersebut turut membantu membangun kekompakan hingga akhirnya dipercaya menjalankan tugas dalam upacara kemerdekaan di KBRI Kamboja.



