
Pemdes Ngindeng adakan Upacara di Sungai (Foto: Yudi)
Biasanya upacara bendera digelar di tanah lapang. Namun, hal berbeda dilakukan Pemerintah Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, dengan menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah sungai aliran Waduk Bendo, Senin (17/8/2026).
Kepala Desa Ngindeng, Bima Sakti Putra, mengatakan upacara tersebut digelar di bawah jembatan lama yang telah berdiri selama puluhan tahun. Kegiatan ini menjadi kali pertama dilaksanakan Pemerintah Desa Ngindeng dengan mengambil lokasi di bawah jembatan gantung setempat.
“Upacara ini pertama kali kami laksanakan di bawah jembatan gantung. Selain memperingati kemerdekaan, kami ingin mengabadikan keberadaan jembatan lama yang memiliki nilai historis bagi masyarakat,” ujar Bima.
Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Ngindeng. Kawasan itu juga berkaitan dengan sejarah Panglima Besar Jenderal Soedirman yang pernah melewati wilayah tersebut saat melakukan gerilya.
Selain mengabadikan sejarah, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Pemerintah Desa Ngindeng berharap sungai di wilayah tersebut tetap bersih dan alami sehingga dapat dikembangkan sebagai potensi wisata air.
Bima mengatakan potensi wisata air tersebut diharapkan dapat menunjang perekonomian masyarakat sekaligus mendukung rencana Desa Ngindeng menjadi desa wisata.
Sementara itu, Valen Yolanda Anindita, salah satu anggota Paskibra, mengaku upacara tersebut menjadi pengalaman pertamanya sebagai petugas pengibar bendera sekaligus pengalaman pertama mengikuti upacara di sungai.
Pelajar berusia 17 tahun tersebut mengatakan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri selama persiapan. Terlebih, latihan sebagai petugas upacara hanya dilakukan selama dua hari.
“Ini pengalaman pertama saya menjadi petugas pengibar bendera sekaligus mengikuti upacara di sungai. Medannya menjadi tantangan tersendiri, apalagi kami hanya latihan selama dua hari,” kata Valen.
Meski memiliki tantangan berbeda dibandingkan upacara pada umumnya, pelaksanaan upacara di tengah aliran Waduk Bendo tersebut berlangsung dengan mengangkat nilai sejarah sekaligus pesan menjaga lingkungan. Pemerintah Desa Ngindeng berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi wilayah dan mendorong pengembangan Desa Ngindeng sebagai desa wisata.



