
MDMC Jawa Timur Kirim Relawan ke NTT untuk Asesmen (Foto: Istimewa)
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur bersama Lazismu bergerak merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Respons kemanusiaan disiapkan melalui Program Indonesia Siaga MDMC-Lazismu dengan melibatkan jaringan relawan Muhammadiyah di berbagai daerah, termasuk dari Ponorogo.
Ketua MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Harun Arafat, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendukung proses asesmen dan respons awal di lokasi terdampak gempa.
“Kalau tidak ada halangan, ada tiga relawan yang akan kami kirim untuk melakukan asesmen bersama Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lamongan pada 19-20 Agustus 2026,” ujar Harun.
Menurutnya, fase awal penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan dalam memberikan respons, tetapi juga ketepatan dalam membaca kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, asesmen lapangan menjadi bagian penting sebelum bantuan kemanusiaan disalurkan secara lebih luas.
Harun menjelaskan, tim relawan nantinya akan melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat setelah gempa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk respons kemanusiaan yang diperlukan.
Selain berkoordinasi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MDMC Ponorogo juga melakukan koordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di NTT. Di wilayah terdampak, jaringan Muhammadiyah telah menyiapkan sejumlah pos untuk mendukung penanganan bencana.
“Koordinasi juga kami lakukan dengan PWM di NTT. Di sana sudah dibentuk pos korwil, kemudian ada pos korda yang terbentuk di kabupaten dan juga pos pelayanan,” jelas Harun.
Keterlibatan relawan dari Ponorogo tersebut menjadi bagian dari jaringan respons kemanusiaan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat terdampak gempa Flores. Pengiriman relawan diharapkan dapat memperkuat proses asesmen sekaligus memastikan bantuan yang diberikan nantinya sesuai dengan kebutuhan warga di lokasi terdampak.
MDMC Ponorogo bersama jaringan Muhammadiyah lainnya akan terus melakukan koordinasi terkait perkembangan kondisi di Flores. Langkah tersebut dilakukan agar respons kemanusiaan dapat berjalan terarah dan efektif.



