
Direhabilitasi, Akses Jalan Kabupaten yang Menghubungkan Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman dengan Kecamatan Jambon Ditutup Total (Foto: Gatot)
Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, dengan Kecamatan Jambon resmi ditutup total mulai Kamis (30/7/2026). Penutupan dilakukan menyusul dimulainya pekerjaan perbaikan total Jembatan Banaran yang berada di Dukuh Banaran, Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman. Selama proses pengerjaan berlangsung, seluruh kendaraan tidak dapat melintasi jalur tersebut dan diminta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Penutupan ini diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan hingga proses pembangunan dan pengeringan beton selesai.
Kepala Desa Tegalombo, Gatot Sudibyo, mengatakan pekerjaan fisik jembatan diperkirakan hanya membutuhkan waktu beberapa hari. Namun, setelah pengecoran selesai, beton harus menjalani masa pengeringan atau curing selama sekitar 28 hari agar konstruksi benar-benar kuat dan aman digunakan. Karena itu, akses jalan terpaksa ditutup total demi menjaga kualitas pembangunan sekaligus keselamatan masyarakat.
“Pekerjaan fisik jembatan memang tidak terlalu lama, tetapi setelah proses pengecoran selesai masih ada masa pengeringan beton sekitar 28 hari. Selama proses tersebut jalan harus ditutup total agar hasil pembangunan maksimal dan jembatan benar-benar aman saat kembali digunakan masyarakat,” ujar Gatot Sudibyo.
Menurut Gatot, Jembatan Banaran merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda yang sudah mengalami kerusakan cukup parah. Selama sekitar satu tahun terakhir, kondisi pondasi batu bata di bawah jembatan terus tergerus aliran air hingga berlubang dan menyebabkan badan jembatan mengalami ambles. Apabila tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan. Padahal, jalur tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas perekonomian warga serta jalur utama yang setiap hari dilalui para pelajar menuju sekolah.
“Kami meminta masyarakat untuk sementara menggunakan jalur alternatif selama perbaikan berlangsung. Mohon bersabar karena pekerjaan ini dilakukan demi keselamatan bersama. Setelah selesai, jembatan akan jauh lebih aman dan nyaman digunakan sebagai akses utama masyarakat,” kata Gatot.
Pemerintah Desa Tegalombo berharap masyarakat dapat memahami kebijakan penutupan sementara tersebut. Pengendara juga diimbau mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi proyek serta tidak memaksakan melintas demi menghindari risiko kecelakaan selama proses pembangunan Jembatan Banaran berlangsung.



