
Kebakaran Rumpun Bambu di Pinggirsari (Foto: Bambang Supeno)
Kebakaran rumpun bambu terjadi di Jalan Nyai Ageng Serang, RT 02 RW 01, Kelurahan Pinggirsari, Kabupaten Ponorogo, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat membuat warga panik karena lokasi kebakaran berada dekat permukiman penduduk dan Pondok Pesantren Darul Arifin.
Beruntung, petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi sehingga kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas ke bangunan pondok pesantren.
Pemilik Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Darul Arifin, Syamsul Giatno, mengatakan api sempat menyambar bagian gudang dan teras pondok. Namun, kerusakan tidak terlalu parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta.
“Api sempat mengenai gudang dan teras pondok, tetapi tidak terlalu parah. Kalau ditaksir, kerugiannya sekitar lima juta rupiah karena gudang posisinya memang sangat dekat dengan rumpun bambu yang terbakar,” ujar Syamsul Giatno.
Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang santri yang hendak memberi makan kambing di kandang. Melihat kobaran api di rumpun bambu, santri tersebut langsung melapor sehingga pihak pondok segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Awalnya diketahui oleh santri yang hendak memberi makan kambing. Setelah melihat ada api di rumpun bambu, kami langsung melapor dan memanggil petugas pemadam kebakaran,” katanya.
Menurut dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh pembakaran sampah yang apinya belum padam sempurna. Tiupan angin pada musim kemarau membuat api dengan cepat merembet ke rumpun bambu.
Sementara itu, Lurah Pinggirsari, Anton Kristiantoni, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu meski sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga dan penghuni pondok pesantren.
“Benar, telah terjadi kebakaran rumpun bambu yang sempat membuat warga, khususnya penghuni Pondok Pesantren Darul Arifin, panik. Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Anton Kristiantoni.
Anton mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah secara sembarangan, terutama pada musim kemarau yang membuat vegetasi kering sangat mudah terbakar.
“Kami mengingatkan masyarakat agar meninggalkan kebiasaan membakar sampah, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang karena risikonya sangat tinggi memicu kebakaran,” pungkasnya.



