
Maling Motor Supra Warga Ngasinan Jetis Tertangkap Diamankan ke Panti Duafa Manula Turi Jetis (Foto: Rama)
Seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat buron setelah diduga membawa kabur sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi AE 3768 ST milik Tukimin, warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, akhirnya berhasil ditemukan. Pria paruh baya tersebut diamankan di wilayah Dagangan, Kabupaten Madiun, saat hendak makan di sebuah warung. Kini, ia kembali ditempatkan di Panti Duafa Manula Turi, Kecamatan Jetis, untuk menjalani penanganan sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa.
Pengelola Panti Duafa Manula Turi, Rama Pilip, mengatakan ODGJ tersebut sempat melarikan diri dari panti dengan membobol teralis jendela bagian belakang. Setelah kabur, yang bersangkutan diduga mengambil sepeda motor milik warga yang terparkir di area persawahan Desa Ngasinan pada Senin (20/7/2026). Pihak panti kemudian berkoordinasi dengan Polsek Jetis untuk melakukan pencarian.
“Kami bersama Polsek Jetis melakukan pelacakan setelah mengetahui yang bersangkutan kabur dari panti. Akhirnya berhasil ditemukan di wilayah Dagangan, Madiun, saat hendak makan di warung. Saat ditemukan, sepeda motor yang dibawanya juga sudah kehabisan bensin,” ujar Rama Pilip.
Setelah ditemukan, sepeda motor tersebut langsung diamankan dan diserahkan kembali kepada pemiliknya. Sementara itu, ODGJ tersebut dibawa kembali ke Panti Duafa Manula Turi dan untuk sementara ditempatkan di ruang isolasi guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. Selanjutnya, pihak panti berencana merujuknya ke Rumah Sakit Jiwa di Malang agar mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
Rama menjelaskan, pria tersebut telah menjadi warga binaan Panti Duafa Manula Turi selama kurang lebih lima tahun. Dalam kesehariannya, ia masih dapat diajak berkomunikasi dengan baik, meski pembicaraannya sering tidak nyambung sehingga memerlukan pengawasan khusus.
“Selama ini yang bersangkutan sudah sekitar lima tahun tinggal di panti. Kalau diajak bicara sebenarnya lancar, hanya saja sering tidak nyambung. Setelah ini kami akan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa di Malang agar mendapatkan pengobatan yang lebih optimal,” katanya.
Pihak panti berharap, setelah menjalani perawatan lebih lanjut, kondisi kejiwaan warga binaannya dapat membaik sehingga tidak kembali membahayakan diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya.



