
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Komisi D DPRD Siap Panggil Kadindik (Foto: Yudi)
Masih banyaknya sekolah negeri di Ponorogo yang kekurangan murid, bahkan ada yang tidak memperoleh siswa sama sekali pada tahun ajaran baru 2026/2027, menjadi perhatian serius kalangan DPRD Ponorogo. Komisi D DPRD berencana memanggil Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo untuk menggelar rapat dengar pendapat (hearing) sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh.
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, mengatakan pihaknya ingin mengetahui secara pasti faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah sekolah negeri tidak diminati calon peserta didik. Menurutnya, jika diperlukan, harus dilakukan survei agar dapat dirumuskan solusi yang tepat.
“Kami akan memanggil Dinas Pendidikan untuk hearing dan evaluasi. Kami ingin mengetahui faktor-faktor penyebab sekolah negeri kekurangan murid, bahkan ada yang tidak mendapatkan siswa sama sekali. Kalau perlu dilakukan survei agar ada solusi yang tepat,” ujar Riyanto.
Ia menilai, dugaan keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang menyebabkan jumlah anak usia sekolah berkurang harus dibuktikan dengan data yang valid. Selain itu, persaingan dengan sekolah swasta berbasis agama juga perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Dugaan karena keberhasilan program KB tentu harus didukung data yang konkret. Selain itu, persaingan dengan sekolah swasta berbasis agama juga perlu menjadi bahan evaluasi sehingga pemerintah bisa menyiapkan regulasi yang tepat,” katanya.
Menurut Riyanto, sekolah negeri juga dituntut lebih kreatif dan inovatif agar mampu menarik minat masyarakat. Dengan begitu, setiap sekolah memiliki daya saing tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.
“Sekolah negeri juga harus kreatif dan inovatif agar mampu menarik minat masyarakat. Jangan sampai setiap tahun persoalan kekurangan siswa terus berulang,” jelasnya.
Ia berharap pada tahun-tahun mendatang tidak ada lagi sekolah negeri di Ponorogo yang kekurangan murid. Selain itu, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga diharapkan berjalan lebih baik tanpa menimbulkan keluhan dari masyarakat.
“Harapan kami ke depan tidak ada lagi sekolah negeri yang kekurangan siswa, termasuk pelaksanaan SPMB bisa berjalan lebih baik tanpa menimbulkan keluhan dari para wali murid,” pungkas Riyanto.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 kembali diwarnai adanya sekolah yang kekurangan peserta didik. Bahkan terdapat empat SD Negeri yang sama sekali tidak memperoleh siswa baru, yakni SDN Nailan Kecamatan Slahung, SDN Setono Kecamatan Jenangan, SDN 3 Pomahan Kecamatan Pulung, dan SDN 4 Tempuran Kecamatan Sawoo.



