
Honda Tiger Warga Prayungan Sawoo Raib Dibawa Kabur Pembeli (Foto: Wulan)
Kejadian nahas menimpa Anwar Sanusi, warga Dukuh Ngimo, Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, setelah sepeda motor Honda Tiger miliknya raib dibawa kabur oleh calon pembeli. Korban diduga menjadi sasaran penipuan dengan modus bukti transfer palsu saat hendak menjual motor melalui media sosial. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sepeda motor Honda Tiger bernomor polisi AE 3271 LQ warna biru dan mengalami kerugian belasan juta rupiah.
Wulan, istri korban, menceritakan peristiwa itu bermula saat dirinya mengunggah iklan penjualan motor milik suaminya di grup jual beli motor bekas wilayah Ponorogo pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak lama kemudian, ia dihubungi seseorang melalui WhatsApp yang mengaku bernama Zaky. Pria tersebut mengaku tinggal di perbatasan Ponorogo-Madiun dan sedang bekerja di Bandung. Ia menyatakan berminat membeli motor tersebut dan berjanji mengirim keponakannya untuk melihat kondisi kendaraan.
“Setelah saya posting di grup jual beli motor, ada yang menghubungi lewat WhatsApp mengaku bernama Zaky. Katanya sedang bekerja di Bandung dan akan mengirim keponakannya untuk mengecek motor. Kamis malam sekitar pukul sepuluh, dua orang datang melihat motor dan akhirnya sepakat membeli dengan harga Rp15,2 juta,” ujar Wulan.
Usai proses tawar-menawar, kedua belah pihak sepakat dengan harga yang ditawarkan. Tak lama kemudian, suami Wulan menerima bukti transfer melalui WhatsApp senilai Rp15,5 juta. Karena mengira uang sudah masuk ke rekening, korban menyerahkan sepeda motor tersebut kepada pelaku. Bahkan, atas permintaan pelaku, korban mengembalikan kelebihan pembayaran sebesar Rp400 ribu secara tunai kepada orang yang mengaku sebagai keponakan calon pembeli.
Namun setelah pelaku pergi membawa motor, korban mengecek aplikasi BRImo dan mendapati tidak ada dana yang masuk ke rekening. Saat itulah mereka menyadari bukti transfer yang diterima ternyata palsu dan menjadi korban penipuan.
“Kami baru sadar setelah membuka aplikasi BRImo ternyata uangnya tidak ada yang masuk. Bukti transfer yang dikirim ternyata palsu. Besok paginya kami langsung melapor ke Polsek Sawoo dan juga mengunggah kejadian ini ke media sosial supaya kalau ada yang melihat motor kami bisa segera memberi informasi,” katanya.
Selain melapor ke polisi, korban juga berharap masyarakat membantu mengenali keberadaan sepeda motor tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian, nomor telepon yang diduga digunakan pelaku sempat terlacak berada di wilayah Bojonegoro. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.



