
Tercatat 2000 Orang Bekerja di Luar Negeri (Foto: Yudi)
Minat warga Ponorogo untuk bekerja di luar negeri masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ponorogo, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sekitar 2.000 warga telah berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sementara itu, selama tahun 2025 jumlah PMI asal Ponorogo mencapai sekitar 4.000 orang yang bekerja di berbagai negara.
Plt Kepala Disnaker Ponorogo, Henry Indra Wardhana, mengatakan Taiwan dan Hong Kong masih menjadi negara tujuan favorit bagi warga Ponorogo. Tingginya gaji yang ditawarkan menjadi salah satu faktor utama banyaknya masyarakat yang memilih bekerja di kedua negara tersebut.
“Sampai pertengahan tahun ini sudah ada sekitar 2.000 warga Ponorogo yang berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia. Negara tujuan yang paling diminati masih Taiwan dan Hong Kong karena menawarkan penghasilan yang cukup tinggi,” ujar Henry Indra Wardhana.
Ia menjelaskan, sebagian besar PMI asal Ponorogo bekerja sebagai asisten rumah tangga maupun perawat lanjut usia. Menurutnya, peluang kerja di sektor tersebut masih cukup besar sehingga setiap tahun peminatnya terus meningkat.
“Mayoritas PMI asal Ponorogo bekerja sebagai asisten rumah tangga dan perawat lansia. Kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut masih cukup tinggi,” katanya.
Henry mengingatkan masyarakat agar selalu berangkat melalui jalur resmi atau prosedural. Dengan demikian, para pekerja akan memperoleh perlindungan hukum, kepastian hak-hak sebagai pekerja, serta terhindar dari praktik eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar berangkat secara prosedural. Jalur resmi akan memberikan perlindungan hukum, kepastian hak pekerja, sekaligus menghindarkan mereka dari risiko eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang,” jelasnya.
Ia mengakui pihaknya masih kesulitan memantau warga yang berangkat secara nonprosedural karena keberadaan mereka umumnya baru diketahui ketika mengalami persoalan di negara tujuan.
Untuk menekan angka PMI ilegal, Disnaker Ponorogo terus menggencarkan sosialisasi bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hingga ke tingkat desa.
“Kami bersama KP2MI terus melakukan sosialisasi sampai ke desa-desa agar masyarakat memahami pentingnya berangkat secara legal. Pastikan seluruh dokumen lengkap sebelum berangkat sehingga bisa bekerja dengan aman, tenang, dan terlindungi,” pungkas Henry Indra Wardhana.



