
Ayam Panggang Resep Warisan Turun Menurun Bikin Nagih (Foto: Ilham)
Ayam panggang memang selalu menjadi hidangan istimewa yang menggugah selera, apalagi jika dimasak menggunakan resep turun-temurun dan dipanggang secara tradisional dengan kayu bakar. Cita rasa itulah yang hingga kini dipertahankan Winarti atau Bu Kawir, pemilik usaha ayam panggang di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.
Winarti mengatakan proses memasak ayam panggang masih dilakukan secara tradisional seperti yang diwariskan sejak puluhan tahun lalu. Ayam kampung pilihan terlebih dahulu dibersihkan, kemudian dibumbui aneka rempah dan dimasak dalam kuah hingga bumbu benar-benar meresap sebelum dipanggang di atas bara kayu bakar.
“Prosesnya memang cukup lama karena ayam harus dimasak dulu bersama bumbu sampai benar-benar meresap. Setelah itu baru dipanggang menggunakan kayu bakar. Justru aroma asap kayu bakar inilah yang menjadi ciri khas ayam panggang kami,” ujar Winarti.
Ia menambahkan, penggunaan ayam kampung dan proses pemanggangan tradisional menghasilkan tekstur daging yang empuk dengan cita rasa gurih khas. Satu ekor ayam panggang dijual dengan harga sekitar Rp90 ribu.
Sementara itu, salah seorang pelanggan, Ilham, mengaku sudah lama menjadi langganan ayam panggang Bu Kawir. Bahkan, dalam sebulan dirinya bisa datang hingga tiga kali untuk menikmati kuliner tersebut.
“Saya memang sudah sering makan di sini. Rasanya khas, dagingnya empuk, bumbunya meresap, apalagi dimakan dengan nasi hangat dan sambal pedas. Itu yang membuat saya sering kembali ke sini,” kata Ilham.



