
minyakita yang ada di pasar (foto: Istimewa)
Sejumlah konsumen di Pasar Legi Ponorogo mengeluhkan praktik penjualan Minyakita yang diduga dilakukan secara bundling atau satu paket dengan saus kemasan. Konsumen mengaku keberatan karena harus membeli saus yang sebenarnya tidak dibutuhkan dengan harga sekitar Rp10 ribu. Selain itu, mereka juga menduga harga Minyakita dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar dan penertiban.
Menanggapi keluhan tersebut, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdakum) Ponorogo, Paras Paravirodhena, menegaskan pihaknya akan segera turun ke lapangan bersama tim untuk melakukan inspeksi mendadak.
“Kalau memang ditemukan Minyakita dijual di atas HET, tentu itu menyalahi aturan dan akan kami tindak sesuai ketentuan. Kami juga tidak menyarankan penjualan Minyakita dengan sistem paket atau bundling dengan barang lain,” ujar Paras.
Ia menjelaskan, HET Minyakita saat ini sebesar Rp15.700 per liter, sedangkan beras SPHP dijual Rp57.500 per sak. Menurutnya, kedua komoditas tersebut wajib dipasarkan sesuai ketentuan pemerintah. Paras juga memastikan stok Minyakita di Ponorogo masih aman karena bersama Bulog rutin melakukan distribusi sedikitnya satu kali dalam sepekan.
Sementara itu, Didin, salah seorang pedagang mracang di Pasar Legi Ponorogo, mengaku tidak mengetahui adanya pedagang yang menjual Minyakita secara paket dengan kebutuhan pokok lainnya. Menurutnya, jika praktik itu terjadi, kemungkinan dilakukan agar barang yang kurang diminati bisa ikut terjual.
“Saya sendiri tidak menjual secara bundling. Justru pembelian Minyakita kami batasi maksimal dua liter per pembeli karena stok yang kami terima sekarang jauh berkurang dibanding sebelumnya,” kata Didin.
Didin mengungkapkan, sebelumnya setiap pedagang bisa memperoleh sekitar 80 karton Minyakita, namun kini hanya menerima sekitar 20 hingga 25 karton. Penyaluran dari Bulog, lanjutnya, kini dibagi lebih merata kepada seluruh pedagang di pasar. Ia menambahkan, Minyakita masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya jauh lebih murah dibanding minyak goreng merek lain yang rata-rata dijual di atas Rp21 ribu per liter.



