
Bebas Gepeng saat Perayaan Grebeg Suro, Foto: Yudi
Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan perayaan Grebeg Suro 2026 berlangsung tertib dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintensifkan patroli untuk mengantisipasi keberadaan gelandangan, pengemis, dan pengamen (gepeng) di kawasan pusat kegiatan.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Subiyantoro, mengatakan patroli rutin dilakukan selama pelaksanaan Grebeg Suro guna mencegah adanya gepeng yang memanfaatkan keramaian acara.
“Kami terus melakukan patroli di sejumlah titik untuk mengantisipasi keberadaan gelandangan, pengemis, maupun pengamen yang memanfaatkan momentum Grebeg Suro. Tujuannya agar pengunjung merasa aman dan nyaman selama menikmati rangkaian kegiatan,” ujar Subiyantoro.
Dari hasil patroli yang dilakukan pada Rabu pagi, 10 Juni 2026, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan yang diduga sedang mengemis di kawasan Perempatan Tambakbayan.
“Saat patroli pagi tadi kami mengamankan seorang perempuan yang diduga melakukan aktivitas mengemis di Perempatan Tambakbayan. Setelah diamankan, yang bersangkutan kami serahkan ke Dinas Sosial dan P3A untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain patroli, Satpol PP dan Damkar juga mendirikan pos jaga di kawasan Alun-Alun Ponorogo dan Jalan HOS Cokroaminoto untuk menjaga ketertiban umum selama berlangsungnya Grebeg Suro.
“Kami juga menempatkan personel di pos-pos pengamanan serta melakukan patroli hingga wilayah perbatasan guna mengantisipasi masuknya gepeng dari luar daerah yang berpotensi beroperasi di perempatan lampu merah maupun fasilitas umum lainnya,” tambah Subiyantoro.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama perayaan Grebeg Suro serta melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas yang mengganggu kenyamanan pengunjung.



