
kumpulan motor hasil sitaan pada razia balap liar (foto: Yudi)
Polres Ponorogo berhasil mengamankan sebanyak 250 kendaraan selama dua pekan pelaksanaan razia balap liar di sejumlah titik di wilayah Ponorogo. Dari ratusan kendaraan yang disita, mayoritas merupakan sepeda motor.
Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wisnu Setya Kusuma, mengatakan razia terus digencarkan karena pihaknya masih menerima banyak keluhan masyarakat terkait maraknya aksi balap liar yang meresahkan.
“Selama dua pekan pelaksanaan razia, kami berhasil mengamankan sekitar 250 kendaraan. Sebanyak 95 persen di antaranya merupakan kendaraan roda dua, sedangkan sisanya kendaraan roda empat,” ujar AKP Dewo Wisnu Setya Kusuma.
Berdasarkan data kepolisian, hampir 70 persen pelaku balap liar di wilayah Kota Ponorogo didominasi kalangan pelajar. Sebagian besar kendaraan juga terpaksa ditahan karena para pelaku yang masih berusia sekolah belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
AKP Dewo menjelaskan, sejumlah lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar antara lain kawasan Alun-Alun Ponorogo, Jalan Baru, Jalan Urip Sumoharjo, hingga wilayah Babadan.
“Pelaku yang terjaring tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga ada yang datang dari luar daerah seperti Magetan, Madiun, hingga Wonogiri,” jelasnya.
Karena masa libur sekolah masih berlangsung cukup panjang, pihak kepolisian berkomitmen terus menggelar patroli secara masif setiap hari dengan sistem piket bergantian.
“Langkah ini kami lakukan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan memastikan keamanan serta keselamatan pengguna jalan lainnya,” pungkas AKP Dewo Wisnu Setya Kusuma.



