Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Damkar Evakuasi Ular Pithon di Dua Lokasi, Patihan Kidul Siman dan Setono Jenangan
  • Kebakaran Rumah di Desa Campursari Sambit , Kerugian 200 Juta
  • 564 Jemaah Haji Ponorogo Akan Tiba 5 Juni 2025 di Sambut di Alon-Alon
  • Pembukaan Grebeg Suro Dijadwalkan 6 Juni 2026, FNRP dan FRR Diikuti Puluhan Grup Reog
  • Soal Ada Warga Sakit dan Harus Ditandu, Ini Penjelasan Sekdes Temon Ngrayun
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Juni
  • 2
  • Soal Ada Warga Sakit dan Harus Ditandu, Ini Penjelasan Sekdes Temon Ngrayun
  • Jelajah

Soal Ada Warga Sakit dan Harus Ditandu, Ini Penjelasan Sekdes Temon Ngrayun

Gema Surya FM Selasa 2 Juni 2026 | 13:46 WIB
warga bergotong royong menandu orang sakit di temon ngrayun (foto: Edy hartoyo)

warga bergotong royong menandu orang sakit di temon ngrayun (foto: Edy hartoyo)

Pemerintah Desa Temon, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, angkat bicara terkait postingan di media sosial yang menyebut seorang warga harus ditandu untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Sekretaris Desa Temon, Edy Hartoyo, menjelaskan, “Warga yang dimaksud bernama Wanto, warga RT 04/RW 07 Dukuh Klitik, yang harus dibawa ke rumah sakit setelah jatuh dari atap saat memperbaiki rumah warga setempat.”

Ia menambahkan, “Sebelum dibawa menggunakan ambulans, yang bersangkutan harus digotong terlebih dahulu menggunakan tandu menuju jalan poros.”

Menurut Edy, kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan akses jalan di lokasi tempat tinggal korban.

“Wanto dan keluarganya tinggal di area lahan Perhutani, di mana akses jalannya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembangunan di lokasi tersebut.

“Pemerintah desa tidak bisa menyentuh lahan tersebut karena memang bukan kewenangan kami,” tegasnya.

Edy menjelaskan, warga yang tinggal di kawasan tersebut hanya memiliki hak pakai.

“Mereka yang hidup di area Perhutani hanya memiliki hak pakai, dan sudah menempati lahan tersebut selama bertahun-tahun hingga turun-temurun,” pungkasnya.

Kondisi ini menjadi gambaran keterbatasan akses infrastruktur di wilayah tertentu, terutama yang berada di kawasan lahan Perhutani.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Rem Blong, Vario Terperosok ke Jurang Sedalam 10 Meter di Desa Pelem Bungkal

Related Stories

evakuasi ular pithon di dua lokasi (foto: yudi)
  • Jelajah

Damkar Evakuasi Ular Pithon di Dua Lokasi, Patihan Kidul Siman dan Setono Jenangan

Gema Surya FM Selasa 2 Juni 2026 | 14:05 WIB
proses evakuasi korban terperosok ke jurang (foto: Plt Kapolsek Bungkal,Ipda Muhammad Khudori)
  • Headline
  • Jelajah

Rem Blong, Vario Terperosok ke Jurang Sedalam 10 Meter di Desa Pelem Bungkal

Gema Surya FM Selasa 2 Juni 2026 | 12:04 WIB
persiapan alun alun ponorogo (foto: yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Pembukaan Grebeg Suro Dijadwalkan 6 Juni 2026, FNRP dan FRR Diikuti Puluhan Grup Reog

Gema Surya FM Selasa 2 Juni 2026 | 13:48 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.