
Mbah Mesiran (93) asal Sidoharjo
Dinas Sosial P3A Ponorogo mengevakuasi seorang lansia yang hidup sebatang kara di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon.
Lansia bernama Mbah Mesiran (93) tersebut kini direhabilitasi di Panti Duafa Manula, Jetis, karena kondisi kesehatannya yang memprihatinkan.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Ponorogo, Yusril Susiati, mengatakan lansia tersebut sudah tidak mampu beraktivitas normal.
“Yang bersangkutan selain sudah renta juga tidak bisa berjalan, sehingga untuk beraktivitas harus ngesot, termasuk saat ke kamar mandi,” ujarnya.
Selama ini, kebutuhan makan dan minum Mbah Mesiran bergantung pada bantuan warga sekitar.
“Untuk makan dan minum, selama ini bergantung dari pemberian tetangga,” jelasnya.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa setempat untuk mengajukan permohonan ke Dinas Sosial.
“Pemerintah desa mengirimkan surat ke kami agar yang bersangkutan bisa direhabilitasi,” terangnya.
Yusril menambahkan, Mbah Mesiran diketahui sempat merantau saat usia muda sebelum kembali ke kampung halamannya.
“Dulu saat muda sempat merantau ke Lampung, kemudian saat tua kembali ke Sidoharjo,” ungkapnya.
Namun hingga kini, tidak diketahui adanya keluarga dekat yang bisa merawatnya.
“Tidak diketahui keluarganya, sehingga selama ini ditampung oleh salah satu warga,” imbuhnya.
Bahkan, warga sekitar turut bergotong royong membantu kebutuhan hidup lansia tersebut.
“Warga sampai membuatkan rumah sederhana di belakang dan juga urunan untuk membantu biaya hidupnya,” katanya.
Untuk penanganan, warga dan pemerintah desa sepakat menempatkan Mbah Mesiran di panti swasta.
“Kalau ke panti milik pemerintah prosesnya cukup lama karena harus antre, sehingga dipilih panti swasta agar penanganan lebih cepat,” pungkasnya.



