
dusun kates desa Pandak balong Ponorogo
Sedikitnya 17 kepala keluarga (KK) di Dusun Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terisolasi setelah Jembatan Bodro sebagai akses utama penyeberangan sungai lenyap diterjang banjir.
Kepala Desa Pandak, Sirnan, mengatakan dari jumlah tersebut terdapat sejumlah pelajar yang terdampak.
“Dari 17 KK yang terisolir, ada 8 pelajar. Pada Rabu, 20 Mei 2026, mereka tidak bisa berangkat ke sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan tidak adanya akses alternatif yang aman untuk menyeberang.
“Kalaupun harus melintasi sungai sangat berbahaya, sementara tidak ada akses lain untuk menuju ke sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi setelah wilayahnya diguyur hujan deras dengan durasi cukup lama sejak Selasa malam.
“Memang sejak Selasa malam wilayah kami diguyur hujan deras dengan durasi yang cukup lama,” terangnya.
Sekitar pukul 01.00 WIB, pihaknya mendapat laporan bahwa jembatan sudah tidak ada.
“Sekitar jam satu dini hari kami mendapat informasi bahwa Jembatan Bodro sudah hilang diterjang banjir,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut merupakan jembatan plat deker yang telah digunakan warga selama puluhan tahun.
“Jembatan Bodro ini dibangun sekitar 20 tahun lalu dan terakhir dilakukan pelebaran sekitar tiga tahun yang lalu,” ungkapnya.
Pihak pemerintah desa juga telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah untuk segera mendapatkan penanganan.
“Kami sudah melapor ke Pemkab Ponorogo melalui BPBD agar segera mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan logistik warga yang terisolasi masih dalam kondisi aman untuk beberapa hari ke depan.
“Untuk logistik warga diperkirakan masih aman dua sampai tiga hari ke depan,” katanya.
Saat ini, pemerintah desa tengah mencari solusi agar akses warga dapat segera kembali normal.
“Kami masih mencari cara agar dalam waktu dekat bisa membuat jembatan sementara,” pungkasnya.



