
jamaah haji dari surya mabrur
Ratusan jamaah haji yang tergabung dalam KBIHU Surya Mabrur Ponorogo dikabarkan dalam kondisi sehat walafiat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Petugas KBIHU Surya Mabrur di Mekkah, Syamsul Huda menyampaikan, hingga Senin 11 Mei 2026, seluruh jamaah haji asal Ponorogo yang tergabung dalam KBIHU Surya Mabrur masih dalam kondisi sehat dan belum ada yang mengeluhkan sakit serius.
“Alhamdulillah sampai hari ini 180 jamaah dari Surya Mabrur dalam kondisi sehat walafiat dan belum ada yang mengeluh sakit,” ujar Syamsul Huda.
Padahal, kondisi cuaca di Mekkah saat ini cukup panas dengan suhu mencapai 41 derajat celcius. Selain itu, suasana di sejumlah titik keramaian juga semakin padat menyusul kedatangan jamaah haji gelombang kedua dari Indonesia.
“Cuaca di Mekkah cukup panas dan jamaah juga semakin padat, terutama setelah kedatangan gelombang kedua,” imbuhnya.
Syamsul menjelaskan, jarak hotel jamaah menuju Masjidil Haram sekitar 7 kilometer jika ditempuh menggunakan bus. Namun, jamaah kloter 19 mendapat kemudahan karena tersedia bus khusus yang melayani rombongan mereka.
“Untuk kloter 19 ada bus nomor 8 yang memang khusus mengangkut jamaah kloter 19 sehingga cukup membantu mobilitas jamaah,” jelasnya.
Selain itu, kebutuhan konsumsi jamaah juga disebut tidak mengalami kendala karena menu makanan disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dan selalu datang tepat waktu sesuai jadwal.
“Untuk makanan tidak ada masalah karena menunya menyesuaikan lidah orang Indonesia dan distribusinya tepat waktu,” katanya.
Pihaknya juga terus mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunnah di tengah cuaca panas.
“Kami meminta jamaah tidak memaksakan diri. Kalau merasa kurang sehat bisa sholat berjamaah di masjid yang sudah disediakan hotel,” tegas Syamsul.
Hal menarik lainnya di Tanah Suci, menurut Syamsul, adalah banyaknya petugas asal Indonesia yang bersiaga di berbagai titik mulai terminal, hotel hingga area Masjidil Haram untuk membantu jamaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
“Banyak petugas Indonesia yang siaga di berbagai titik sehingga sangat membantu pelayanan jamaah selama di Tanah Suci,” pungkasnya.



