
Panen Raya Gabah di Sukorejo
Panen raya padi di sebagian wilayah Kecamatan Sukorejo membawa kebahagiaan bagi para petani. Pasalnya, harga gabah mengalami kenaikan signifikan yang didukung dengan hasil panen yang cukup bagus.
Salah satu petani, Tri Narmi, mengatakan harga gabah kering sawah saat ini berada di kisaran Rp7.700 hingga Rp7.760 per kilogram. Angka tersebut naik dibandingkan panen raya sebelum Lebaran yang hanya berkisar Rp6.800 hingga Rp6.900 per kilogram.
“Sekarang harga gabah kering sawah sekitar Rp7.700 sampai Rp7.760 per kilogram. Padahal sebelum Lebaran kemarin masih di kisaran Rp6.800 sampai Rp6.900,” ujar Tri Narmi.
Ia menjelaskan, panen raya di wilayah Sukorejo tidak berlangsung serentak, melainkan memiliki selisih sekitar satu bulan dari panen raya sebelumnya. Saat ini, panen terjadi di sejumlah desa seperti Sukorejo, Gelang Lor, Prajegan, Golan bagian utara, Lengkong, hingga Bangunrejo.
“Panen raya di sini memang tidak bersamaan, selisih sekitar satu bulan. Sekarang yang panen itu petani di Sukorejo, Gelang Lor, Prajegan, Golan utara, Lengkong, dan Bangunrejo,” jelasnya.
Menurutnya, harga gabah saat ini menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir, sehingga petani bisa merasakan hasil jerih payah mereka.
“Ini harga tertinggi selama dua tahun terakhir, jadi petani benar-benar bisa merasakan hasilnya. Apalagi kualitas dan produksinya juga bagus,” tambahnya.
Tri Narmi juga menyebut faktor cuaca yang mendukung membuat hasil panen melimpah dan minim serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
“Cuaca juga bagus, jadi hasil panen maksimal dan serangan hama juga minim,” katanya.
Namun demikian, petani masih menghadapi kendala tingginya harga pupuk non-subsidi. Ia menyebut harga pupuk jenis ZA bahkan mengalami kenaikan hingga 30 persen, yang dipengaruhi kondisi global.
“Untuk pupuk non-subsidi seperti ZA naik sampai 30 persen, kemungkinan imbas dari kondisi global,” ungkapnya.
Di sisi lain, biaya sewa mesin panen atau combine justru mengalami penurunan dibanding sebelum Lebaran.
“Kalau sewa combine sekarang lebih murah, dari sebelumnya Rp450 ribu sekarang jadi Rp350 ribu,” imbuhnya.
Ia memprediksi kenaikan harga gabah dipengaruhi tingginya serapan pasar serta tidak adanya impor beras dalam beberapa waktu terakhir.
“Kemungkinan harga gabah naik karena serapan pasar tinggi dan tidak ada impor beras,” pungkasnya.



