
Wawan Trisnadi Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Ponorogo. (Foto:Doc)
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membawa dampak luas bagi sektor transportasi maupun kehidupan masyarakat sehari-hari. Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Wawan Trisnadi saat dikonfirmasi Senin (27/04) menjelaskan, setidaknya ada dua efek utama yang dihasilkan dari kondisi ini.
Pertama, pada sektor transportasi, kenaikan harga BBM otomatis akan meningkatkan biaya operasional dan biaya logistik. Hal ini kemudian memicu efek domino, yakni naiknya harga berbagai barang di pasaran. Kedua, dampak langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Mengingat Indonesia masih melakukan impor untuk pemenuhan kebutuhan minyak, kenaikan harga BBM akan dibarengi dengan naiknya harga bahan pokok. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, sehingga warga dituntut untuk lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Menyikapi hal tersebut, Wawan Trisnadi menawarkan sejumlah solusi praktis bagi masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Salah satunya adalah dengan menerapkan berbagi transportasi atau bepergian bersama-sama dalam satu kendaraan. Selain itu, penerapan teknik eco-driving saat berkendara juga sangat membantu efisiensi konsumsi BBM. Wawan juga menekankan pentingnya perawatan komponen kendaraan, salah satunya kondisi ban yang sering kali kurang diperhatikan.
Ban yang sudah tipis atau kekurangan tekanan angin akan membuat beban kendaraan menjadi lebih berat, sehingga mesin bekerja ekstra dan boros bahan bakar. Sebagai alternatif jangka panjang, penggunaan kendaraan listrik hingga kembali ke kebiasaan bersepeda bisa menjadi pilihan bijak untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak di tengah kondisi komoditas yang kian meningkat.



