
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sawoo, Selasa malam 14 April 2026, menyebabkan jembatan di Desa Tempuran putus. Meski merupakan jalur alternatif, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menghubungkan Lingkungan Beran, Dukuh Krajan, dan Lingkungan Krengkang, Dukuh Petung, Desa Tempuran.
Kapolsek Sawoo, AKP Tutut Ariyanto saat dikonfirmasi menjelaskan, putusnya jembatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga. Mereka kini harus memutar lebih jauh untuk beraktivitas sehari-hari.
“Dengan putusnya jembatan alternatif itu, warga di dua dukuh harus melalui jalur poros jika ingin ke sekolah atau ke tempat kerja dengan jarak tempuh lebih jauh sekitar 2 kilometer,” ujarnya.
Sebelum jembatan putus, pemerintah Desa Tempuran sebenarnya telah mengusulkan perbaikan. Hal itu karena kondisi jembatan sudah memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir.
“Dua tahun terakhir pondasi jembatan sudah keropos dan membahayakan jika dilewati warga,” imbuhnya.
Jembatan dengan panjang sekitar 10 meter tersebut diketahui dibangun pada tahun 1980-an, sehingga kondisinya sudah cukup tua dengan usia puluhan tahun.
Pasca kejadian, pihak kepolisian bersama warga setempat langsung bergerak cepat dengan membangun jembatan darurat dari bambu.
“Untuk sementara kami bersama warga membuat jembatan darurat dari bambu yang hanya bisa dilintasi pejalan kaki,” tutup AKP Tutut Ariyanto.



