Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • April
  • 8
  • Longsor di Lahan Perhutani Talun Ngebel, Berpotensi Ancam Rumah Warga Jika Hujan Deras Terjadi
  • Headline
  • Jelajah

Longsor di Lahan Perhutani Talun Ngebel, Berpotensi Ancam Rumah Warga Jika Hujan Deras Terjadi

Gema Surya FM Rabu 8 April 2026 | 10:45 WIB
Talun

Tanah longsor terjadi di lahan Perhutani yang masuk wilayah administratif Dusun Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, pada Senin, 6 April 2026. Peristiwa tersebut mengancam tiga rumah warga milik Boiran, Wito, dan Rimin.

KRPH Wayang Ngebel, Yudha, membenarkan adanya longsor di kawasan tersebut. Meski demikian, ia menjelaskan jarak antara titik longsor dengan rumah warga sebenarnya masih cukup jauh. Ancaman muncul apabila material longsoran terbawa aliran air hujan hingga mengarah ke permukiman warga.

Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras turun dalam durasi lama. Penghuni tiga rumah yang terdampak disarankan sementara mengungsi ke rumah tetangga atau saudara yang lebih aman ketika cuaca memburuk. Namun, saat kondisi cuaca cerah, rumah-rumah tersebut masih dinilai aman untuk ditempati.

Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada malam hari hingga memunculkan retakan tanah. Material longsoran memiliki tinggi sekitar 60 meter, lebar 30 meter, dengan kemiringan lereng mencapai 45 derajat.

Lokasi longsor berada di lahan Perhutani yang merupakan kawasan hutan lindung dengan berbagai jenis pohon. Namun, struktur tanah di area tersebut lebih banyak didominasi bebatuan dibanding tanah padat, sehingga rawan mengalami pergeseran saat curah hujan tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, pihak Perhutani bersama warga sekitar membuat saluran pembuangan air hujan agar aliran air mengalir lancar dan tidak menambah tekanan pada lereng. Selain itu, penanaman pohon di titik-titik rawan longsor juga diagendakan untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah kejadian serupa terulang.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
Next: Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.