
Foto : ilustrasi
Beredar pesan berantai di kalangan masyarakat mengenai adanya layanan tukang tambal ban online yang disebut-sebut disediakan oleh pemerintah kabupaten. Dalam pesan tersebut disebutkan tukang tambal ban tersebut melayani wilayah karesidenan Madiun.
Salah satu nomor telepon yang dicatut dalam pesan tersebut diketahui milik Bejo, warga Solo yang biasa mangkal di sekitar Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).
Bejo mengaku kaget setelah mengetahui nomornya dicatut sebagai layanan tambal ban online yang melayani wilayah karesidenan Madiun. Ia mengetahui hal tersebut setelah menerima sejumlah telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Bejo mengatakan, “Saya kaget karena tiba-tiba banyak telepon masuk menanyakan layanan tambal ban di wilayah Madiun, padahal saya tidak pernah membuka layanan di sana.”
Menurutnya, sehari-hari ia memang bekerja sebagai tukang tambal ban online, namun hanya melayani area sekitar UNS Solo dan tidak sampai wilayah Jawa Timur.
“Memang saya tukang tambal ban online, tapi hanya untuk wilayah sekitar UNS Solo saja, tidak sampai ke wilayah Jawa Timur,” ujarnya.
Bejo mengaku kejadian tersebut cukup merugikan dirinya karena harus berulang kali menjelaskan kepada calon pelanggan yang menghubunginya.
Ia menambahkan, “Saya harus menjelaskan satu per satu kepada yang menelepon bahwa saya tidak melayani wilayah Madiun.”
Menurut Bejo, pencatutan nomor telepon tersebut sudah terjadi sejak tahun 2020 dan hingga kini ia tidak mengetahui siapa yang pertama kali membuat serta menyebarkan pesan berantai tersebut.
Meski sempat terpikir untuk mengganti nomor telepon, Bejo mengaku enggan melakukannya karena nomor tersebut sudah digunakan sejak tahun 2008 dan telah banyak pelanggan yang menyimpannya.



