Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • 14
  • Cerita Bejo Tukang Tambal Ban Online Solo Namanya Dicatut di Pesan Berantai
  • Jelajah

Cerita Bejo Tukang Tambal Ban Online Solo Namanya Dicatut di Pesan Berantai

Gema Surya FM Sabtu 14 Maret 2026 | 15:10 WIB
Foto : ilustrasi

Foto : ilustrasi

Beredar pesan berantai di kalangan masyarakat mengenai adanya layanan tukang tambal ban online yang disebut-sebut disediakan oleh pemerintah kabupaten. Dalam pesan tersebut disebutkan tukang tambal ban tersebut melayani wilayah karesidenan Madiun.

Salah satu nomor telepon yang dicatut dalam pesan tersebut diketahui milik Bejo, warga Solo yang biasa mangkal di sekitar Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Bejo mengaku kaget setelah mengetahui nomornya dicatut sebagai layanan tambal ban online yang melayani wilayah karesidenan Madiun. Ia mengetahui hal tersebut setelah menerima sejumlah telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Bejo mengatakan, “Saya kaget karena tiba-tiba banyak telepon masuk menanyakan layanan tambal ban di wilayah Madiun, padahal saya tidak pernah membuka layanan di sana.”

Menurutnya, sehari-hari ia memang bekerja sebagai tukang tambal ban online, namun hanya melayani area sekitar UNS Solo dan tidak sampai wilayah Jawa Timur.

“Memang saya tukang tambal ban online, tapi hanya untuk wilayah sekitar UNS Solo saja, tidak sampai ke wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Bejo mengaku kejadian tersebut cukup merugikan dirinya karena harus berulang kali menjelaskan kepada calon pelanggan yang menghubunginya.

Ia menambahkan, “Saya harus menjelaskan satu per satu kepada yang menelepon bahwa saya tidak melayani wilayah Madiun.”

Menurut Bejo, pencatutan nomor telepon tersebut sudah terjadi sejak tahun 2020 dan hingga kini ia tidak mengetahui siapa yang pertama kali membuat serta menyebarkan pesan berantai tersebut.

Meski sempat terpikir untuk mengganti nomor telepon, Bejo mengaku enggan melakukannya karena nomor tersebut sudah digunakan sejak tahun 2008 dan telah banyak pelanggan yang menyimpannya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Penyerapan Anggaran Tidak Maksimal, Sisakan SILPA Milyaran Rupiah
Next: Pasar Malam Alon-Alon Masih Sumbang PAD Ratusan Juta Rupiah

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.