
Meski telah dinyatakan lolos administrasi oleh panitia seleksi tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Ponorogo, Dewi Wuri Handayani, mengundurkan diri dari kompetisi pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo.
Mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip tersebut memutuskan mundur karena kondisi kesehatan. Dengan mundurnya Dewi Wuri, saat ini tersisa empat peserta yang masih mengikuti tahapan seleksi.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Suko Widodo, menjelaskan bahwa pada 4–5 Maret lalu Dewi Wuri tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian tes seleksi.
“Pada tanggal 4 sampai 5 Maret kemarin sebenarnya ada tahapan tes. Setelah CAT dilanjutkan pendalaman materi berupa penulisan makalah dan wawancara. Namun Bu Dewi tidak mengikuti wawancara pendalaman karena sakit,” ujar Suko Widodo.
Suko menambahkan bahwa tahapan seleksi Sekda memang cukup padat dan menuntut kesiapan fisik maupun mental peserta.
“Seleksi Sekda ini memang cukup berat, tidak hanya membutuhkan kesiapan pikiran tetapi juga fisik karena tahapannya maraton,” jelasnya.
Dengan mundurnya Dewi Wuri, kini tersisa empat peserta yang masih bersaing dalam seleksi tersebut, yakni Agus Sugiarto dari Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asisten Daerah, Henry Indrawardhana dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Imam Basori selaku Inspektur, serta Masun yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Keempat peserta tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan uji gagasan atau penulisan makalah serta wawancara bersama lima orang panitia seleksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Untuk tahapan uji gagasan dan wawancara rencananya dilaksanakan pada 11 sampai 12 Maret 2026 di BKD Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.



