
Pasca-kasus ledakan mercon di Desa Ploso Jenar, Kauman, Somoroto, Ponorogo, kalangan orang tua mulai lebih protektif terhadap anak-anak mereka. Selain meningkatkan pengawasan, paket barang yang diterima anak-anak kini diperiksa secara intensif.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh warga di Dukuh Purwosari, Desa Gelang Lor, Sukorejo, Ponorogo. Para ayah di lingkungan tersebut merasa curiga karena anak-anak mereka sering menerima paket barang selama bulan puasa ini. Setelah dilakukan penyitaan dan pemeriksaan, paket tersebut ternyata berisi peralatan untuk membuat bahan peledak dan balon udara.
Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa para orang tua yang mendapati anaknya menerima paket berisi bahan peledak langsung melapor ke perangkat desa. Laporan tersebut kemudian diteruskan oleh perangkat desa melalui Bhabinkamtibmas ke pihak Polsek.
“Dari hasil keterangan anak-anak tersebut, mereka sering berkumpul di salah satu rumah milik Suroto untuk membuat balon udara dan sedang meracik beberapa bahan untuk dijadikan mercon,” ujar Iptu Agus Tri Cahyo.
Berdasarkan pemeriksaan, terdapat 11 anak yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Pihak kepolisian kemudian memberikan pembinaan dan edukasi mengenai bahaya bahan peledak (mercon) serta risiko menerbangkan balon udara. Para remaja ini juga diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Melalui perangkat desa, barang bukti berupa peralatan pembuat bahan peledak dan balon udara telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diamankan,” tambah Iptu Agus Tri Cahyo.
Diketahui, bahan-bahan untuk membuat petasan tersebut dibeli secara daring (online) menggunakan uang yang dikumpulkan melalui hasil iuran atau kompolir antar-mereka.



